GARUDA MENANGIS D4R4H- Melihat Anak Bangsa Terluka Penuh Amarah// Lagu Kritik Sosial
Автор: PECI MIRING
Загружено: 2025-10-09
Просмотров: 7335
Описание:
"Garuda Menangis Darah" adalah sebuah lagu protes yang lugas dan berani, menyajikan kritik sosial dan politik yang tajam terhadap kondisi pemerintahan dan negara saat ini. Dengan aransemen musik yang kuat dan lirik yang memprovokasi, lagu ini menjadi anthem bagi suara-suara yang merasa kecewa dan menuntut perubahan.
Lirik :
[Intro]
Di negeri elok, zamrud khatulistiwa
Garuda membentang, tapi hati ini merana...
Dulu gagah perkasa, kini sayapnya luka...
Indonesia... dengarlah suara duka.
[Verse 1]
Langit di atasku bukan lagi biru cerah
Tapi kelabu pekat, tertutup asap serakah
Tanah yang subur, kini gersang tak berdaya
Digali, dikeruk, habis tak tersisa.
Garuda di dada, katanya lambang negara
Tapi kenapa rakyat, selalu jadi tumbal bara?
Lihatlah ke bawah, ke jalanan ibu kota
Pengemis berjejer, di samping gedung pencakar surga.
Yang kaya makin kaya, yang miskin makin papa
Keadilan itu cuma bualan, di meja para raja.
Janji-janji manis, saat kampanye berkibar
Begitu terpilih, rakyat pun dicampakkan di dasar.
[Chorus]
Garuda menangis, air matanya darah
Melihat bangsanya sendiri, penuh luka dan amarah.
Garuda merintih, sayapnya makin rapuh
Tertiup angin dusta, janji palsu yang membunuh.
Wahai penguasa, dengarlah jeritan hati!
Sebelum garudamu terbang, lalu jatuh tak bernyawa lagi!
[Verse 2]
Pendidikan mahal, impian jadi terhalang
Generasi muda bingung, masa depan terasa terang-terangan.
Koruptor berdasi, senyumnya paling lebar
Uang rakyat dikorupsi, tak ada rasa gentar.
Hukum tumpul ke atas, tajamnya ke bawah
Maling kakao dipenjara, koruptor malah bebas tertawa.
Sumber daya alam, katanya milik bersama?
Tapi kenapa asing yang berkuasa, kita cuma gigit jari saja?
Idealisme terkikis, dibungkam suara merdeka
Kalau bicara kebenaran, bisa-bisa langsung celaka.
Ini bukan tanah surga, ini arena pertarungan
Antara yang berkuasa, dengan rakyat yang tertindas kebingungan.
[Bridge]
Dulu pahlawan berjuang, darah tertumpah di medan perang
Demi kemerdekaan, demi sebuah harapan terang.
Kini kemerdekaan, hanya ada di lembar konstitusi
Tapi kebebasan berekspresi, seringkali jadi ilusi.
Bukan dendam yang kami pinta, bukan pula kerusuhan
Hanya keadilan, harga mati, sebuah keharusan!
Bangkitlah bangsaku, jangan biarkan api padam!
Bersatulah suara, teriakkan kebenaran yang terpendam!
[Chorus]
Garuda menangis, air matanya darah
Melihat bangsanya sendiri, penuh luka dan amarah.
Garuda merintih, sayapnya makin rapuh
Tertiup angin dusta, janji palsu yang membunuh.
Wahai penguasa, dengarlah jeritan hati!
Sebelum garudamu terbang, lalu jatuh tak bernyawa lagi!
[Outro]
Garuda... menangis...
Melihat kita... terus terpecah...
Kapan kau akan tersenyum lagi, wahai Indonesia?
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: