MELIHAT PEDESAAN PESISIR PANTAI KALIMANTAN BANYAK PERKAMPUNGAN TIONGHOA DAN DAYAK
Автор: REPOST PNK CHANNEL
Загружено: 2026-02-02
Просмотров: 1827
Описание:
titik lokasi awal desa : https://maps.app.goo.gl/EwActoR1gTKBs...
Etnis Tionghoa merupakan salah satu populasi signifikan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang terkonsentrasi di kawasan pesisir dan wilayah pertambangan historis seperti Monterado. Meskipun data sensus terbaru spesifik per etnis kabupaten jarang diperbarui, populasi Tionghoa di Kalimantan Barat secara umum berkisar 5,89% (sensus 2010).
Berikut beberapa detail terkait:
Sejarah Populasi: Kedatangan terbesar etnis Tionghoa di Bengkayang terkait dengan penemuan emas di Monterado pada periode 1740-1760.
Sebaran: Selain di Monterado, etnis Tionghoa banyak bermukim di kecamatan pesisir dan pusat kota Bengkayang.
Demografi Umum: Bengkayang didominasi oleh suku Dayak, Melayu, dan Tionghoa.
Agama: Berdasarkan data 2024, penduduk yang beragama Buddha di Kabupaten Bengkayang, yang sering diidentikkan dengan etnis Tionghoa, berjumlah sekitar 5,2% dari total populasi.
Eksplorasi Vihara dan Klenteng
[00:21] – Perjalanan dimulai di Desa Sungai Pangkalan, mengarah ke Kota Singkawang.
[00:35] – Menampilkan keindahan Vihara Dharma Buddha Maitrea Pangkalan Makmur yang dominan berwarna merah muda.
[01:49] – Memasuki kawasan Pasar Gunung dan mengarah ke wilayah Capkala, Kabupaten Bengkayang.
[02:36] – Menampilkan deretan ruko khas pemukiman Tionghoa yang sangat estetik di sepanjang perkampungan.
[03:35] – Melewati Yayasan Kelenteng Fuk Te Ci dan melihat suasana asri di sekitar perkampungan.
Kehidupan Masyarakat dan Alam
[04:22] – Pemandangan kebun kelapa sawit di sisi jalan dan toko-toko sembako yang dihiasi pernak-pernik Imlek.
[05:15] – Perjalanan sempat mengarah ke area perkuburan sebelum akhirnya berputar balik untuk mencari pemukiman warga lainnya.
[06:04] – Menampilkan kerapian dan kebersihan rumah warga Tionghoa di pinggir jalan yang sedang menjemur pinang.
Bincang Santai dengan Warga Lokal (Acek Amin)
[06:27] – Pertemuan dengan warga lokal bernama Acek Amin yang sedang bersantai.
[07:34] – Acek Amin menjelaskan tentang tradisi unik seperti Tatung saat perayaan Cap Go Meh di wilayah tersebut.
[08:40] – Acek Amin bercerita telah tinggal di sana selama 61 tahun sejak lahir.
[08:53] – Pembahasan mengenai makanan wajib saat Imlek, seperti hidangan daging babi kecap (Keyuk).
[10:16] – Cerita mengenai mata pencaharian warga setempat sebagai berkebun kelapa dan tantangan harga jual kelapa saat ini.
[12:26] – Penjelasan tentang proses pengolahan dan penjualan biji pinang yang dikeringkan.
Penutup Perjalanan
[13:52] – Pamit dengan Acek Amin dan memberikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek.
[14:33] – Cuplikan rumah warga yang didekorasi meriah dengan pohon angpao untuk menyambut hari raya.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: