66 Ribu Warga Makassar Masih Menganggur
Автор: Tribun Timur
Загружено: 2026-02-04
Просмотров: 109
Описание:
#tribuntimur #tribunviral #wargamakassar #menganggur
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar mencatat 66.065 warga Makassar masih menganggur.
Data tersebut dipaparkan Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Zainal Ibrahim dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) Ketenagakerjaan.
Agenda berlangsung di Hotel Novotel Grand Shayla Jl Chairil Anwar, Rabu (4/2/2026).
Zainal menyebut, tingkat pengangguran terbuka di Kota Makassar pada tahun 2025 tercatat sebesar 9,60 persen dari total 688.454 penduduk angkatan kerja.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya arus penduduk usia produktif yang datang ke Makassar untuk menempuh pendidikan maupun mencari pekerjaan.
Kota Makassar yang memiliki posisi strategis di Kawasan Indonesia Timur serta banyaknya perguruan tinggi menjadi daya tarik bagi pencari kerja dari berbagai daerah
"Tidak seluruh lulusan pendidikan tinggi dapat langsung terserap ke dunia kerja, sehingga berdampak pada meningkatnya angka pengangguran," kata Zainal.
Lanjut Zainal, sektor perdagangan dan industri masih menjadi potensi utama dalam penciptaan lapangan kerja.
Selama lima tahun terakhir, Pemkot Makassar mengembangkan berbagai program perluasan kesempatan kerja yang bersifat ramah tenaga kerja atau employment friendly.
Program tersebut antara lain pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan sesuai hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Ada juga penyediaan tenaga kerja siap pakai, serta peningkatan kualitas pelatihan kerja bagi pencari kerja lokal.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif.
"Upaya ini dilakukan melalui penguatan akses dan mutu pelatihan kerja guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja di perusahaan," kata Zainal.
Ia berharap, sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.
*Makassar Creative Hub dan Perlindungan Jaminan Sosial jadi Solusi
Makassar Creative Hub (MCH), serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai strategi utama menekan angka pengangguran di Kota Makassar.
Kedua program ini diarahkan untuk menjawab persoalan keterbatasan keterampilan kerja sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pekerja, khususnya kelompok rentan.
Melalui Makassar Creative Hub, Disnaker memfasilitasi pelatihan kerja berbasis minat dan potensi generasi muda.
Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Baharuddin Mustamin mengatakan, program ini menyasar keterampilan praktis yang memiliki peluang pasar.
Seperti tata boga, barbershop, servis handphone, cuci AC, hingga usaha jasa lainnya.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, MCH juga menjadi wadah pembinaan kreativitas anak muda agar terlibat dalam aktivitas yang produktif dan positif.
"Program ini diharapkan mampu mengurangi potensi pengangguran usia muda sekaligus menekan risiko munculnya persoalan sosial di tengah masyarakat," harap Baharuddin.
Di sisi lain, Disnaker Makassar memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Program ini memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja informal, pekerja berisiko, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap terlindungi saat menjalankan aktivitas kerja.
Perlindungan jaminan sosial tersebut mencakup upaya memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya.
Sehingga mereka dapat bekerja secara produktif tanpa kekhawatiran terhadap risiko kecelakaan kerja maupun ketidakpastian ekonomi.
"Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan," ujar Baharuddin.
Dengan mengombinasikan penguatan keterampilan melalui Makassar Creative Hub dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan.
Sekaligus mendorong penurunan angka pengangguran secara berkelanjutan. (*)
Reporter: Siti Aminah
Narator: Rasni Gani
Supporting: Muh Khairan Kamil (Mahasiswa magang Unhas)
Editor video: Muh Khairan Kamil (Mahasiswa magang Unhas) Sanovra J.R
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: