SAKSI KATA: Suasana Duka Selimuti Kediaman Yoga Naufal, Operator Foto Udara KKP yang Jatuh di Maros
Автор: Warta Kota Production
Загружено: 2026-01-18
Просмотров: 3773
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di PlayStore atau AppStore untuk mendapatkan pengalaman baru.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Suasana duka mendalam masih menyelimuti kediaman Yoga Naufal, Operator Foto Udara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, yang menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT.
Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).
Di rumah Yoga yang beralamat di Jalan Tutul Raya, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, suasana terasa sunyi. Tak banyak suara yang terdengar selain lalu lalang kendaraan di jalan komplek yang berdekatan dengan rumah.
Sebuah tenda putih terpasang di halaman depan, menjadi tempat berkumpul keluarga dan kerabat yang datang silih berganti.
Wajah-wajah cemas tampak jelas dari keluarga maupun kerabat yang duduk berdekatan di bawah tenda. Mereka saling bercengkrama, berusaha menguatkan satu sama lain sembari menanti kabar kepastian tentang keberadaan Yoga yang hingga kini belum ditemukan.
Di tengah suasana duka itu, seorang anak laki-laki berusia sekitar enam tahun terlihat hilir mudik di depan rumah. Ia adalah putra Yoga.
Dengan wajah polosnya, ia tampak belum sepenuhnya memahami peristiwa besar yang tengah menimpa keluarganya.
Adik kandung Yoga, Sultan (15), mengenang sosok sang kakak yang sangat ia cintai. Ia mengatakan, pertemuan terakhir dengan Yoga terjadi pada Kamis (15/1) malam, dua hari sebelum pesawat yang ditumpangi sang kakak dinyatakan hilang kontak.
Saat itu, Sultan baru saja pulang dari kegiatan study tour sekolah ke Kuningan, Jawa Barat. Yoga sendiri yang menjemputnya.
“Abang jemput aku. Itu terakhir ketemu. Terus abang nanya-nanya, memastikan selama study tour kondisiku bagaimana,” ujar Sultan dengan suara lirih saat ditemui di kediaman keluarga, Senin (19/1/2026).
Menurut Sultan, selama ini Yoga dikenal sebagai sosok yang selalu memberi kabar kepada keluarga setiap kali hendak berangkat dinas. Namun, pada perjalanan terakhir ini, kabar tersebut datang terlambat.
“Biasanya abang ngabarin sebelum berangkat. Tapi kali ini telat, pas sudah di Yogyakarta mau lanjut ke Makassar,” katanya.
Kabar duka itu diterima keluarga secara tiba-tiba. Pada Sabtu (17/1), Sultan dan sang ibu tengah berada di apartemen mereka di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka sedang makan bersama ketika seorang kerabat memberi tahu adanya kabar pesawat jatuh.
“Awalnya cuma dengar pesawat jatuh. Enggak nyangka ternyata pesawat yang ditumpangi abang,” ucap Sultan.
Sultan mengatakan, sang ibu saat ini sedang bertolak ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk menunggu kabar Yoga.
Keluarga hanya bisa menunggu dan berharap. Di tengah sunyinya rumah dan doa yang terus dipanjatkan, kenangan tentang Yoga menjadi penguat bagi mereka yang ditinggalkan, sembari menanti kabar pasti dari upaya pencarian yang masih berlangsung.
Berita Selengkapnya klik tautan di bawah ini :
https://wartakota.tribunnews.com/video
Program : SAKSI KATA
Video Jurnalis: Yolanda Putri Dewanti
Editor Video: Galih Lungit
Uploader: Galih Lungit
#beritajakarta #beritaviral #wartakota
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: