Sunan Drajat (Raden Qasim)
Автор: bolowali
Загружено: 2022-10-25
Просмотров: 303
Описание:
LAHIR
Sunan Drajat adalah putra Ampel dan adik dari Sunan Bonang. Sunan Drajat dikenal sebagai tokoh Wali Songo yang mengembangkan dakwah Islam melalui pendidikan Akhlak bagi masyarakat. Sunan Drajat di kenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nasib fakir miskin. Sunan Drajat mendidik masyarakat sekitar untuk memperhatikan nasib fakir miskin, mengutamakan kesejahteraan umat, memiliki empati, etos kerja keras, kedrmawanan, pengentasan kemiskinan, usaha menciptakan kemakmuran, solidaritas social, dan gotong-royong
Di banding kakaknya, Sunan Bonang, tidak cukup banyak naskah Historiografi yang mencatat kisah Sunan Drajat. Namun, Sunan Drajat justru memiliki banyak nama dibandingkan dengan Wali Songo lain, seperti Raden Kasim (Qasim), Masaikh Munat, Raden Syarifuddin, Maulana Hasyim, Pangeran Kadrajat, Sunan Mayang Madu, dan yang paling masyhur adalah Sunan Drajat.
Sunan Drajat lahir dengan nama Raden Qasim, di perkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Sunan Drajtd adalah putra bungsu Sunan Ampel dengan Nyi Ageng Manila. Menurut Babad Risaking Majapahit dan Babad Cerbon, Raden Qasim adalah adik Nyai Patimah bergelar Gede Panyuran, Nyai Wilis atau Nyai Pengulu, Nyai Taluki bergelar Nyai Gede Maloka, dan Raden Mahdum Ibrahim bergelar Sunan Bonang.
KAROMAH BELIAU
DI TOLONG IKAN CUCUT DAN IKAN TALANG
Ketika kapal yang ditumpanginya karam atau tenggelam karena menghantam karang di lautan, sang sunan berpegangan pada kayuh atau dayung perahunya.Dan atas pertolongan Allah. Karena kemudian muncul ikan cucut serta ikan talang atau cakalang yang akhirnya menyelamatkannya dengan membawa Sunan Drajat merapat menuju Pantai dan akhirnya beliau terdampar di desa di pesisir kota Lamongan.
KETELADANAN SUNAN DRAJAT
Dalam melakukan syiar ajaran Islam, Sunan Drajat memilih pendekatan melalui pendidikan moral. Ia dikenal sebagai wali yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat miskin. Sunan Drajat merupakan anggota Wali Songo yang mengembangkan dakwah Islam melalui jalur pendidikan moral. Ia juga dikenal sebagai wali yang punya kepedulian tinggi terhadap masyarakat miskin.
Dalam bukunya berjudul Atlas Wali Songo (2012), Agus Sunyoto mengisahkan bahwasanya Sunan Drajat mendidik masyarakat sekitar supaya memiliki kepedulian terhadap nasib fakir miskin, mengutamakan kesejahteraan umat, serta memiliki empati.
WAFAT
Sunan Drajat meninggal tahun 1522 Masehi. Beliau wafat dan dimakamkan di desa Drajad, kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Kompleks Makam Sunan Drajat terletak di sebuah bukit di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Di dalam kompleks pemakaman Sunan Drajat juga terdapat pintu Gapura paduraksa dengan hiasan cungkup, pagar kayu dengan motif sulur dan teratai, serta larangan untuk mengambil gambar. Kompleks pemakaman beliau terbagi menjadi tujuh halaman dan saat ini diakui sebagai salah satu cagar budaya di daerah tersebut.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: