Destinasi Wisata Syariah Dekat Eks Lokalisasi di Banyuwangi
Автор: Harian Surya
Загружено: 2017-03-01
Просмотров: 3624
Описание:
BACA SELENGKAPNYA: http://surabaya.tribunnews.com/2017/0...
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi Kota, Banyuwangi, dulu dikenal sebagai salah satu tempat lokalisasi.
Di tempat ini dulu terkenal lokalisasi Pakem. Namun telah resmi ditutup sejak 2013 lalu. Kini, di dekat bekas lokalisasi, dibangun wisata syariah, Pantai Pulau Santen.
"Dulu image di daerah ini terkenal sebagai tempat lokalisasi," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kamis (2/3/2016).
Pulau Santen lokasinya strategis, karena terletak di kota Banyuwangi. Pulau Santen selama ini tidak terkelola dengan baik. Pulau ini terlihat kotor. Menurut Anas secara bertahap Pemkab menata dan kini terlihat bersih.
Bangunan-bangunan liar yang dulu banyak berdiri di pulau ini dipindah. Jembatan menuju Pulau Santen dicat merah muda. Didirikan musala yang terbuat dari bambu, dan ditanami tanaman-tanaman. Di bibir pantai dipasang payung-payung pantai, untuk tempat berteduh.
Akhirnya, Kamis (2/3), Pulau Santen secara resmi dilaunching untuk wisata syariah. Anas mengatakan, langkah ini untuk mensegmentasi wisata.
"Selain itu untuk memanjakan wanita," kata Anas.
Anas mengatakan, wisata syariah yang masuk dalam halal tourism kini berkembang di berbagai negara. Bahkan, Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim justru bisa dibilang tertinggal dalam mengembangkan halal tourism.
"Finlndia, Australia, Kanada, Inggris, Perancis dan negara-negara wisata lainnya mengembangkan halal tourism," kata Anas.
Anas mengatakan, Syariah Beach Banyuwangi ini secara bertahap terus dikembangkan. Saat ini, belum mendapat anggaraan dari APBD. Namun secara gotong royong, berbagai pihak dari kecamatan, SKPD, Kodim, CSR Bank Jatim, dan lainnya menata Pulau Santen.
Seluruh SKPD untuk bersinergi dan kerja keras menata kawasan Pulau Santen. Di antaranya, menyiapkan fasilitas pendukung dengan target Pulau Santen. Anas mengatakan, penataan pengelolaan Pulau Santen memang dipercepat.
Ini karena Anas ingin membangun budaya masyarakat terlebih dahulu.
"Kami ingin menata budaya masyarakatnya dulu. Karena membangun fisik itu mudah. Yang penting masyarakat disiapkan terlebih dahulu," kata Anas.
Untuk menata kawasan ini, kata Anas, perlu bersinergi dan bekerja keras dengan seluruh SKPD sesuai tupoksinya.
Misalnya dinas PU, mulai metata perumahan bagi warga, Dinas kesehatan menyiapkan pusat kesehatan pembantu (pustu) baru dan Dinas Pendidikan mengirimkan guru untuk memberikan kursus belajar.
Dinas Koperasi dan UKM bisa memberikan pelatihan untuk masyarakat Pulau Santen. Begitu juga dengan sanitasi akan diperbaiki. Secara bertahap fasilitas-fasilitas lainnya akan dididirikan.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: