Jadi Panelis AIS 2019, Arumi Jelaskan Peran Dekranasda Jatim Sebagai Support System MJC
Автор: humas jatim
Загружено: 2019-10-31
Просмотров: 126
Описание:
Archipelagic and Island State (AIS) Forum 2019 merupakan salah satu forum yang mendukung berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di negara negara kepulauan. Forum ini mendisukusikan segala sesuatu yang menjadi masalah para pemangku kebijakan, dan juga memperluas kerjasama disegala sektor salah satunya sektor umkm di negara negara kepulauan. AIS Forum 2019 diselenggarakan di Kawasan Pohon Kasih, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (31/10).
Bagi Jatim, hal yang membanggakan, Jatim adalah mengirimkan wakilnya yaitu Ketua Dekranasda Prov. Jatim, Arumi Elestianto Dardak sebagai salah satu panelisnya. AIS forum 2019 dihadiri delegasi dari 41 negara kepulauan di seluruh penjuru dunia.
Pada kesempatan tersebut, Arumi sapaan akrabnya menyoroti peran Dekranasda Prov. Jatim sebagai Support System Millenial Job Center (MJC). MJC adalah program prioritas Jatim yang tertuang pada Nawa Bhakti Satya khususnya Bhakti 3 (Jatim Kerja). MJC ditujukan kepada dunia kampus, dan generasi millenial, guna menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0. MJC akan menjadi tempat mencetak tenaga freelance profesional, dan memfasilitasi startup yang ingin lebih maju, sehingga siap bersaing di era 4.0.
"Dekranasda didalamnya akan memberikan support seperti menyediakan mentor mentor bagi MJC yang sudah berpengalaman dibidangnya. Misalnya, perajin binaan Dekranasda Jatim yang dirasa sudah menguasai dan ahli dibidangnya akan disodorkan untuk memberikan pelatihan kepada generasi yang ingin mengembangkan kompetensinya,"ungkapnya.
Dengan demikian, lanjutnya, akan tercipta perajin perajin baru yang berkompeten karena telah berguru pada mentor yang tepat dan ahli dibidangnya. Tentunya juga dibekali dengan pakem yang berlaku selama ini. Dekranasda Jatim secara tidak langsung juga bertanggung jawab dalam regenerasi perajin. Sehingga dengan adanya MJC seirama dengan program Dekranasda Prov. Jatim."Peserta MJC akan dilatih oleh mentor yang profesional, dan kemudian akan didampingi sampai mendapatkan order dari klien. Dekranasda Prov. Jatim bersama MJC tidak akan langsung melepas para peserta tapi terus mengawasi dan memberikan panduan," ujarnya.
Keberhasilan MJC, lanjutnya, tidak lepas dari peran mentor. Mencari mentor yang tepat sangat sulit. Arumi mencontohkan, tidak semua media creator itu sudah ada sekolahnya. Dengan demikian, dicari mentor yang harus memiliki pengalaman. Selain itu, juga harus dilakukan pemilihan mentor yang selektif sesuai kualifikasi."Nantinya diharapkan para talent akan memiliki project seperti yang selama ini diperoleh mentor," imbuhnya.
Ketua Dekranasda Prov. Jatim menambahkan, dengan semakin banyaknya talent yang dilahirkan MJC, semakin hari akan bertambah kemampuannya, dan tentunya diimbangi dengan project yang dikerjakan. Project seperti itu, baik kecil maupun besar harus dimasukkan kedalam portfolio, sehingga klien yang akan menggunakan jasa bisa melihat dari portfolio tersebut yang ada di MJC. Klien akan melihat kualitas talent, model jasanya, dan harga yang fair bagi kedua belah pihak."Semakin banyak portfolio maka tarif jasanya akan semakin mahal, karena ukurannya adalah pengalaman dalam mengerjakan projek," tambahnya.(humaspemprovjatim)
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: