Kanada Bukan Lagi Surga? Cerita Jujur Mantan Staf Konsulat, Nabil Nur Adha
Автор: maltje
Загружено: 2025-12-28
Просмотров: 79
Описание:
Nabil Nur Adha adalah sepupu saya dari keluarga Banjarmasin.
Nabil adalah lulusan Program Studi Hubungan Masyarakat, Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, peraih Putra Vokasi UI 2018, aktif berorganisasi, dan pernah bekerja sebagai Staf Urusan Ekonomi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Toronto, Kanada.
Dalam percakapan ini, kami membahas kenyataan hidup di Kanada dari dekat, bukan dari citra atau imajinasi yang sering beredar.
Pembahasan ini berangkat dari sudut pandang orang Indonesia yang berada di dalam sistem, sekaligus dari pengalaman pribadi saya dan istri saya yang pernah mempertimbangkan untuk pindah ke Kanada — namun akhirnya tidak jadi, setelah melihat perhitungan biaya hidup dan peluang berusaha yang justru lebih masuk akal di Indonesia.
Isi percakapan kami mencakup:
— perubahan demografi akibat gelombang imigrasi besar, terutama dari India dan Asia Selatan, yang mengubah kehidupan kota-kota besar
— kenyataan harga properti dan biaya sewa yang sangat tinggi, hingga banyak imigran tinggal menumpuk dalam satu unit apartemen kecil
— peningkatan tunawisma dan penyalahgunaan narkoba, termasuk dampak legalisasi ganja dan akses obat-obatan yang mudah
— kebijakan imigrasi yang terlalu cepat, sehingga negara tidak siap dengan konsekuensinya
— retaknya konsep multikulturalisme, karena banyak kelompok imigran lebih memilih berkumpul dengan kelompoknya sendiri (grouping) daripada berintegrasi
— posisi paspor Indonesia dan keterbatasan mobilitas jika dibandingkan dengan negara tetangga
— tantangan bekerja di KJRI, termasuk pengalaman memfasilitasi kepentingan pejabat yang tidak selalu sesuai dengan kepentingan negara
— cara yang lebih masuk akal bagi warga Indonesia yang ingin ke Kanada, termasuk menghindari agen ilegal dan pentingnya jaringan diaspora
Percakapan ini bukan untuk memuja negara maju atau menjatuhkan siapa pun.
Ini adalah upaya melihat Kanada dari dekat, apa adanya, dengan kesadaran bahwa setiap negara memiliki kelebihan dan persoalannya masing-masing.
Tamu: Muhammad Nabil Nur Adha
Pewara: Hamal Osmar Pangestu
0:00 Pendahuluan & Profil Nabil
2:46 Perubahan Demografi
4:21 Dominasi Asia Selatan
5:41 Infrastruktur Tidak Siap
7:16 Gambaran Toronto
9:11 Tunawisma & BLT
10:46 Dampak Imigrasi Agresif
13:56 Fenomena Tim Hortons
15:56 Brampton "Mumbai Kedua"
17:46 Krisis Perumahan
20:21 Masalah Layanan Kesehatan
22:01 Kritik yang Dibungkam
23:46 Identitas Asia Tenggara
27:01 Gagal Integrasi Budaya
31:46 Batas Multikulturalisme
36:01 Kanada Bukan Surga
38:01 Diaspora & Agen Palsu
41:41 Lemahnya Paspor Indonesia
48:31 Jika Indonesia di Posisi Kanada
51:41 Budaya kantor di Konsulat
57:01 arapan Masa Depan dan Kekuatan Gen Z
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: