seri sahabat nabi #69 Abdullah bin Rawahah : Penyair Rosululloh
Автор: ben madien
Загружено: 2026-03-06
Просмотров: 8
Описание:
Waktu itu Rosululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam. sedang duduk di suatu tempat dataran tinggi kota Mekah, menyambut para utusan yang datang dari kota Madinah, dengan bersembunyi-sembunyi agar tidak diketahui kaum Quraisy. Mereka yang datang ini terdiri dari dua belas orang utusan suku atau kelompok yang kemudian dikenal dengan nama Kaum Anshor (penolong Rosul). Mereka sedang dibai'at Rosul (diambil Janji sumpah setia) yang terkenal pula dengan nama Bai'ah Al-Aqobah al Ula (Aqobah pertama). Merekalah pembawa dan penyi'ar Islam pertama ke kota Madinah, dan bai'at merekalah yang membuka jalan bagi hijrahnya Nabi beserta pengikut beliau, yang pada gilirannya kemudian membawa kemajuan pesat bagi Agama Alloh yaitu Islam. Salah seorang dari utusan yang dibai'at Nabi itu, adalah Abdullah bin Rawahah.
Pada tahun berikutnya, Rosululloh Shollallohu Alaihi wa Sallam. membai'at lagi tujuh puluh tiga orang Anshor dari penduduk Madinah. Pada bai'at 'Aqobah kedua ini tokoh Ibnu Rawahah pun termasuk salah seorang utusan yang dibai'at.
Kemudian sesudah Rosullullah bersama sahabatnya hijrah ke Madinah dan menetap di sana, maka Abdullah bin Rawahah pulalah yang paling banyak usaha dan kegiatannya dalam membela Agama dan mengukuhkan sendi-sendinya. Dialah yang paling waspada mengawasi sepak terjang dan tipu muslihat Abdullah bin Ubay (pemimpin golongan munafik) yang oleh penduduk Madinah telah dipersiapkan untuk diangkat menjadi raja sebelum Islam hijrah ke sana, dan yang tak putus-putusnya berusaha menjatuhkan Islam dengan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang
ada. Berkat kesiagaan Abdullah bin Rawahah yang terus-menerus mengikuti gerak-gerik Abdullah bin Ubay dengan cermat, maka gagallah usahanya, dan maksud-maksud jahatnya terhadap Islam dapat di patahkan.
Ibnu Rawahah adalah seorang penulis yang tinggal di suatu lingkungan yang langka dengan kepandaian tulis baca. Ia juga seorang penyair yang lancar, untaian syair-syairnya meluncur dari lidahnya dengan kuat dan indah didengar.
Semenjak ia memeluk Islam, dibaktikannya kemampuan bersyair itu untuk mengabdi bagi kejayaan Islam. Rosullullah menyukai dan menikmati syair-syairnya, serta sering menganjurkan kepada Ibnu Rawalah untuk lebih tekun lagi membuat syair.
Pada suatu hari, beliau duduk bersama para sahabatnya, tiba-tiba datanglah Abdullah bin Rawahah, lalu Nabi bertanya kepadanya: "Apa yang anda lakukan jika anda hendak mengucapkan syair?"
Abdullah menjawab, "Kurenungkan dulu, kemudian baru kuucapkan." Lalu ia mengucapkan syairnya tanpa berpikir panjang,
"Wahai putera Hasyim yang baik, sungguh Alloh telah melebihkan mu dari seluruh manusia dan memberimu keutamaan, di mana orang tak usah iri.Dan sungguh aku menaruh firasat baik yang kuyakini terhadap dirimu. Suatu firasat yang berbeda dengan pandangan hidup mereka.Seandainya anda bertanya dan meminta pertolongan kepada mereka untuk memecahkan persoalan, tiadalah mereka hendak menjawab atau membela. Karena itu Alloh mengukuhkan kebaikan dan ajaran yang anda bawa. Sebagaimana Ia telah mengu- kuhkan dan memberi pertolongan kepada Musa".
Mendengar hal itu Rosul menjadi gembira dan ridla kepadanya, lalu bersabda:
"Dan kamu pun akan diteguhkan Alloh.".
Ketika Rosululloh sedang thawaf di Baitullah pada 'umrah qadla,
Ibnu Rawahah berada di depan beliau sambil membaca syair
"Oh Tuhan, kalaulah tidak karena Kamu, niscaya kami tidaklah akan mendapat petunjuk, tidak akan bersadaqah dan Sholat!
Maka mohon diturunkan sakinah atas kami dan diteguhkan pendirian kami jika musuh datang menghadang. Sesugguhnya orang-orang yang telah aniaya terhadap kami, bila mereka membuat fitnah akan kami tolak dan kami tentang."
#kisah
#islamicfigures
#tokoh
#islamichistory
#sahabatnabi
#shirah
#shirahnabawi
#sejarahislam
#kontenislami
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: