Jay Afrisando - Gatra (2016) // October Meeting 2016
Автор: October Meeting
Загружено: 2021-07-22
Просмотров: 156
Описание:
Jay Afrisando - Gatra
for Gong+Kempul Slendro, Piano, Slenthem Pelog, Vibraphone & Bonang Penerus Slendro
"Merupakan komposisi ciptaan Jay Afrisando yang menggunakan kombinasi antara L-System nondeterminan (formal grammar, salah satu metode algoritma) dan sentuhan manusia (dari komponis) L-System dikembangkan oleh Aristid Lindenmayer dan digunakan pertama kali oleh ahli tumbuhan dan ilmuwan komputer untuk membuat model proses pertumbuhan organisme secara matematis.
Gatra (dalam bahasa Jawa) berarti tunas/embrio atau satuan musikal yang terkecil dan luwes dalam lingkungan Karawitan. Komposisi ini diciptakan dengan cara mengembangkan "tunas" ke dalam beberapa bentuk melalui sebuah tatanan aturan produksi atau penulisan ulang. Faktor ketidakpastian menghasilkan produk yang berbeda-beda dalam setiap "tunas" musikal yang dikembangkan. Karena prosedur tersebut, produk L-System menciptakan fenomena fractal, kondisi di mana perwujudan yang lebih besar (satuan musikal yang lebih besar) mewakili perwujudan yang lebih kecil (satuan musikal yang lebih kecil) dan begitu pula sebaliknya, walaupun hal ini tidak selalu muncul secara persis satu sama lain. Fenomena fractal ini pun terjadi dalam hubungan gatra (satuan musikal yang lebih kecil) dengan gendhing (satuan musikal yang lebih besar) dalam musik Karawitan."
.
Gatra is a composition by Jay Afrisando, using the combination of non-determinant (formal grammar, one of the algorithm methods) L-System and human touch (from the composer). The L-System was developed by Astrid Lindenmayer and used first by botanists and computer scientists to make mathematic models of organism growth process.
Gatra (literally means the embrio or bud in Javanese) is the smallest and flexible musical unit in Javanese gamelan. This composition is created by developing "the buds" into many kinds of forms using some production rules or rewritten ones. The indeterminism factor will create different products in each developed "buds". Because of this procedure, L-System creates a fractal phenomenon: when the greater manifestation represent the smaller manifestation and vice versa, even though it doesn't always happen in exact manner. The fractal phenomenon in this piece take place in the relation between gatra and gendhing (the larger musical unit in Javanese gamelan).
Karya ini merupakan hasil seleksi dewan juri.
.
This work is the result of jury selection.
Email: [email protected]
Website: https://www.jayafrisando.com/
Instagram: / jay_afrisando
YouTube: / @jay_afrisando
Kyai Fatahillah
cond. Iwan Gunawan
Bagja (Gongs)
Bayu Ginanjar (piano)
Agus Zubaedi (Slentem)
Yudhistira Firdaus (Vibraphone)
Video ini diambil dari dokumentasi agenda October Meeting 2016 yang diselenggarakan di Lab Karawitan Universitas Negeri Yogyakarta.
.
This video was taken as a documentation of October Meeting 2016, held in Karawitan Lab. Yogyakarta State University (UNY).
Dukung OMCMM melalui kanal Ko-fi: https://ko-fi.com/omcmm
Support OMCMM through Ko-fi: https://ko-fi.com/omcmm
Kunjungi kami di:
1. https://omcmm.com/
2. / octobermeeting
3. / octobermeeting
#artmusictoday #trace21 #octobermeeting #UNY #composercollective6.5 #totalperkusi #hollandguesthouse #ContemporaryMusic #Music #Musicians #Indonesia #JayAfrisando #Gatra #octobermeeting2016 #KyaiFatahillah
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: