Tamu Sementara – Lagu Puasa yang Menyentuh Tentang Lapar, Iman, dan Kejujuran
Автор: Nyawa Music
Загружено: 2026-01-06
Просмотров: 148
Описание:
“Tamu Sementara” adalah lagu tentang percakapan sunyi antara iman dan godaan. Tentang siang yang terik, tenggorokan kering, dan gelas air yang seolah berbicara, sementara hati terus diuji. Puasa di lagu ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi tentang kejujuran pada diri sendiri saat tak ada yang melihat, kecuali Tuhan.
Lapar dan haus hanyalah tamu, datang sebentar lalu pergi. Yang tinggal adalah pilihan untuk bertahan, menjaga janji, dan merayakan kemenangan kecil saat adzan Maghrib akhirnya terdengar. Lagu ini mengajak kita menikmati makna puasa sebagai latihan jiwa, bukan sekadar ritual tubuh.
Dengarkan, resapi diam-diam, dan biarkan lagu ini menemani detik-detik ujian hingga rasa menang itu hadir dengan tenang.
Lirik: Tamu Sementara
Siang terik, mentari di atas kepala
Perut bernyanyi, drum takbiran kalah suara
Tenggorokan kering, ludah kutelan perlahan
Gelas air menatapku, seolah memberi godaan
Jarum jam berputar, sengaja menantang iman
Menunggu Maghrib, serasa menunggu yang tersayang
Pikiran berbisik, Satu teguk tak ada yang tahu
Nurani menyentil, Tuhanmu melihatmu
Puasa bukan sekedar perut yang kosong
Bukan hanya menahan lapar yang merongrong
Ini tentang janji pada diri sendiri
Tentang kejujuran yang tak bisa dibeli
Lapar ini hanya tamu sementara
Haus ini sekedar ujian rasa
Kutarik napas, kupilih bertahan
Menjaga janji sampai waktu pulang, pulang
Puasa bukan sekedar perut yang kosong
Bukan hanya menahan lapar yang merongrong
Ini tentang janji pada diri sendiri
Tentang kejujuran yang tak bisa dibeli
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Akhirnya suara itu datang juga
Bukan cuma air yang terasa segar
Tapi rasa menang yang menggetarkan jiwa
#TamuSementara #LaguPuasa #Ramadhan #LaguReligi #NyawaMusic
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: