Apa Makna 'Allah Lebih Dekat dari Urat Nadi'? Tafsir Makrifat Tentang Kedekatan Tuhan | Guru Zuhdi
Автор: Tinta Sejarah Islam
Загружено: 2026-02-07
Просмотров: 728
Описание:
Mengupas tuntas rahasia Tauhid tingkat tinggi tentang "Putusnya Hubungan Sebab-Akibat" yang akan mengubah cara pandang Anda tentang kehidupan.
Dalam pengajian malam Ahad ini, KH. Zuhdiannoor (Guru Zuhdi) memberikan penjelasan mendalam tentang ayat "Nahnu aqrabu ilaihi min hablil warid" (Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya). Beliau menjelaskan secara Hakikat bahwa segala sesuatu di dunia ini "putus hubungan" antara sebab dan akibat. Contohnya: Pisau tidak memotong daging, tapi Allah yang menciptakan "terpotong". Bibir tidak menciptakan ucapan, tapi Allah yang menciptakan suara. Karena Allah adalah pelaku sejati di balik setiap gerak dan diam, maka Allah lebih dekat kepada kita daripada organ tubuh kita sendiri.
Selain ilmu Tauhid, Guru Zuhdi juga membahas bab Menjaga Lisan (Larangan Berdusta). Beliau mengingatkan bahwa berdusta adalah pintu kemunafikan. Namun, ada kondisi darurat di mana berdusta menjadi Wajib (misal: menyelamatkan nyawa orang yang dikejar pembunuh) atau Mubah (misal: mendamaikan suami istri yang bertengkar).
Video ini juga diwarnai humor khas Banjar, seperti kisah lucu "Bom Dipegang, Kunci Dibuang", sindiran suami yang pamit ke pengajian padahal nongkrong, hingga filosofi unik tentang "Rezeki Soto" (kalau sudah tulisan rezeki kita, pasti termakan, kalau bukan tulisan kita, walau uang ada di tangan tidak akan jadi milik kita).
Poin Belajar dalam Video Ini:
• Tauhid Hakikat: Memahami bahwa Allah adalah satu-satunya yang memberi bekas (efek). Pisau, obat, dan api hanyalah sebab, bukan penentu akibat.
• Makna Kedekatan Tuhan: Allah lebih dekat dari urat nadi karena Allahlah yang menggerakkan dan menghidupkan nadi tersebut.
• Hukum Berdusta: Memahami kapan dusta itu haram, wajib (demi nyawa), atau mubah (demi islah/damai).
• Konsep Rezeki: Keyakinan bahwa rezeki itu "tulisan" Allah. Kita tidak perlu iri atau serakah karena yang bukan hak kita tidak akan pernah sampai ke perut kita.
Timestamps:
00:00 - Mukadimah
00:10 - Bab Menjaga Lisan: Larangan Berdusta
02:00 - Kapan Berdusta Itu Wajib & Mubah?
06:30 - Humor: Suami Pamit Pengajian Padahal Nongkrong
14:00 - Kisah Orang Jujur vs Orang Suka Hutang
23:30 - Filosofi Rezeki "Soto": Kalau Sudah Tulisan Pasti Dapat
44:30 - Humor: Bom Dipegang Kunci Dibuang (Kisah Perang)
45:30 - Tauhid Tingkat Tinggi: Pisau Tidak Memotong Daging
50:30 - Tafsir "Allah Lebih Dekat dari Urat Nadi"
Mari latih hati untuk memandang Allah di balik setiap kejadian. Tekan tombol LIKE jika video ini menambah ilmu Tauhid Anda, SHARE ke teman-teman pengajian, dan SUBSCRIBE untuk kajian Guru Zuhdi lainnya.
Narasumber: Almarhum KH. Zuhdiannoor (Abah Guru Zuhdi)
Alfatihah untuk beliau.
Ceramah Guru Zuhdi tentang makna Allah lebih dekat dari urat nadi, ilmu tauhid hakikat, pisau tidak memotong daging, hukum berdusta dalam Islam, dan konsep rezeki yang sudah tertulis.
#GuruZuhdi #IlmuTauhid #Makrifatullah #UratNadi #AbahGuruZuhdi #KajianBanjar #HakikatHidup
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: