Ontologi Kreatif Deleuze: Hasrat, Peristiwa, dan Pembentukan Subjektivitas Kontemporer
Автор: Pustaka Matahari
Загружено: 2023-08-30
Просмотров: 7404
Описание:
Gilles Deleuze mengubah cara kita memahami kenyataan dengan gagasan bahwa segala sesuatu—pikiran, tubuh, hasrat, bahasa—sebenarnya berada dalam satu arus kreatif yang terus membiakkan perbedaan. Alih-alih melihat dunia sebagai kumpulan benda tetap atau makna stabil, Deleuze mengajak kita melihat realitas sebagai jaringan peristiwa yang selalu bergerak, melampaui batas identitas, moral, dan sistem sosial yang membelenggu.
Bersama Guattari, ia bahkan menyatakan bahwa hasrat bukan kekurangan, melainkan mesin produksi yang membentuk dunia. Pemikiran mereka begitu liar, mendalam, dan menantang sehingga membuat kita bertanya: jika kenyataan adalah proses tanpa akhir, lalu sejauh mana kita benar-benar mengenal diri dan dunia yang kita anggap “mapan”?
Catatan Kuliah :
https://ytpustakamatahari.blogspot.co...
Seri Kuliah Metafisika Kebudayaan - DELEUZE
Prof. Bambang I. Sugiharto
00:00:00 - Intro
00:04:01 - Filsafat Cartesian - Kantian Modern
Pikiran = representasi realitas
pada Deleuze = tak ada dualisme; semua (pikiran dan realitas luar [material]) itu satu.
00:07:40 - Sang Ada
Sang "ada" = satu - kreatif, selalu differing (proses membedakan diri)
00:11:57 - Differing
Differing - terutama pikiran - kreatif tanpa batas, dan tak perlu medium.
Pikiran adalah pengada spiritual, karena itu murni - tidak berproses melalui teritori, melainkan melahirkan/mencipta sendiri teritori (media)
Bentuk nyata dari proses tersebut adalah "Konsep"
00:40:00 - Chaosmosis
ada situasi a-signifying (chaotic, sangat kaya dan kompleks) destabilisasi- signifikasi- kodefikasi
00:55:06 - Desire
Pusat gravitasi Filsafat Deleuze dan Gautari adalah "Desire"
Buku Utama:
1. Anti Oedipus: Capitalism and Schizophrenia (1972)
2. A Thousand Plateaus: Capitalism and Schizophrenia II (1980)
00:57:16 - Subjek
Pada Freud: Subjek adalah Hasrat (id) yang ditekan oleh super-ego: "Prinsip Realitas"
Pada Lacan: Subjek adalah Hasrat Oedipal yang tak pernah terpenuhi, yang di salurkan dan dipenjara oleh simbol-simbol budaya.
Bagi Deleuze:
Subjek seharusnya adalah Homo desiderare (makhluk berhasrat) yang Schizopernik dan bekerja bagaikan mesin - yang merupakan flux (aliran) yang differing itself terus menerus
01:04:50 - De-teritoralisasi diri
De-teritoralisasi diri (Membebaskan diri terus menerus) secara nomadik
01:06:21 - Kenyataannya:
Kebudayaan modern dan kapitalisme - jadikan subjek yang bersifat fasis, paranoid dan neurotik yang patuh pada hasrat-hasrat pihak lain (the others) yang sudah dibakukan dan di-homogenkan - lahirkan benih-benih fasisme baru (microfacism) - Subjek lantas mencita-citakan menjadi fasis-fasis baru yang mendominasi dan meng-eksploitasi pihak lain.
Kapitaslisme seolah bantu deteritorialisasi hasrat tapi sebenarnya setiap kali me-reteritorialisasi - melalui produk, citra, simbol
01:17:00 - Group Subject
Untuk keluar dari kerangka itu - Subjek perlu menjadi "Group Subject" yaitu Subjek menggunakan kelompok-kelompok (Institusi, agama, keluarga dlsb) sebagai batu loncatan saja untuk produksi diri.
01:20:00 - Schizoid
Harus menjadi "Anti-Oedipus", Subject Nomadik, Schizoid.
kadang perlu Schizoanalysis - untuk menemukan "Lines of Flight"
Untuk mampu menolak di definisikan pihak lain.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: