Tata Kelola Pendakian Rinjani WAJIB Diperbaiki‼️Keselamatan Pendaki Tak Boleh DITAWAR Lagi‼️
Автор: Tribun Lombok
Загружено: 2025-08-01
Просмотров: 203
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Belum hilang dari ingatan tragedi yang merenggut nyawa Juliana, asal Brazil, pada 21 Juni 2025, kecelakaan kembali menimpa dua pendaki asal Swiss dan Belanda, pada 16-17 Juli 2025.
Kecelakaan beruntun terjadi di jalur pendakian Gunung Rinjani dalam dua hari.
Meraka adalah Benedikt Emmenegger dari Swiss, dan Sarah Tamar van Hulten asal Belanda.
Beruntung dua pendaki terakhir ini selamat. Namun insiden kematian Juliana akan dikenang selamanya.
Kini standar keselamatan pendakian Gunung Rinjani disorot masyarakat dunia.
Menyikapi rentetan kecelakaan ini, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akhirnya menutup seluruh pintu pendakian, dari tanggal 1-10 Agustus 2025.
Alih-alih disambut gembira, penutupan wisata pendakian Gunung Rinjani justru menuai pro dan kontra.
Para guide hingga Trekking Organizer protes.
Mereka merasa penutupan tersebut merugikan. Banyak turis membatalkan pendakian. Penghasilan mereka pun hilang.
Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR) menyesalkan penutupan total pendakian Gunung Rinjani.
Kebijakan ini dinilai sepihak dan mematikan perekonomian warga lingkar Rinjani.
“Harapan kami tidak boleh pemerintah arogan, pemerintah harus tau dan paham banyak orang menggantungkan hidup di lingkar Rinjani,” kata Ketua FWLR, Royal Sembahulun, pada Tribun Lombok
Kerugian dirasakan semua pihak, mulai dari pihak transportasi, tukang ojek, hotel, penginapan, guide, dan porter.
“Ketika teman-teman ini merugi siapa yang tanggungjawab mau enggak pemerintah memberikan kompensasi? udah tau Indonesia susah cari kerja ekonomi lagi sulit,” tegasnya.
Para guide menilai, penutupan Rinjani menyebabkan sumber penghasilan masyarakat setempat terputus.
Salah satu guide di Sembalun Luqmanul Haqim menceritakan, dirinya harus memutar otak imbas penutupan pendakian Gunung Rinjani, terlebih memiliki tiga orang anak yang harus dihidupi.
Anak paling besar sudah masuk pondok pesantren dan membutuhkan biaya pembelian perlengkapan sekolah serta bekal harian.
Dia mengeluhkan pendakian Gunung Rinjani ditutup secara tiba-tiba. Dirinya belum memiliki simpanan untuk bekal selama penutupan.
Luqman hanya menggantung hidupnya pada Gunung Rinjani, jika memilih banting setir untuk tukang panggul sayur pun dinilai tidak menjanjikan.
Ketua Asosiasi Trekking Organizer Sembalun Hamka Abdul Malik menyebut penutupan pendakian mendadak, sehingga berimbas pada ekonomi masyarakat lingkar Rinjani.
Hamka menilai pemerintah lamban menangani persoalan keamanan pendakian di Gunung Rinjani.
Isu itu telah lama ia suarakan. Mereka meminta perbaikan jalur pendakian Gunung Rinjani. Tapi dilakukan justru saat mereka sedang banyak menerima tamu.
Dia mengaku berat menerima kebijakan dari pemerintah, lantaran menunda aktivitas usaha pelaku lingkar Rinjani.
Meski mendapat protes dari pelaku wisata, Balai TNGR tetap teguh pada kebijakanannya. Penutupan semua jalur pendakian tidak bisa ditawar-tawar.
Selaku pengelola taman nasional, keselamatan pengunjung menjadi prioritas nomor satu.
Yarman, kepala Balai TNGR menegaskan, penutupan menyeluruh dilakukan sementara waktu.
Penutupan ini bagian dari respons cepat pengelola atas banyaknya insiden kecelakaan pendaki.
Selain melakukan perbaikan fisik, mereka juga akan mengevaluasi SOP pendakian.
Selama masa penutupan, penambahan infrastruktur pendakian akan dikebut.
Diantaranya pembangunan shelter dan pengadaan peralatan evakuasi (rescue) di setiap titik shelter.
Selain perbaikan infrastrukur, mereka juga melakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama berbagai pihak, termasuk masyarakat, stakeholder, dan mitra TNGR.
Pertemuan itu membahas strategi peningkatan mutu pelayanan dan menjadikan Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Selain itu, TNGR juga tengah melakukan kajian terhadap standar operasional prosedur (SOP) pendakian, khususnya dalam aspek evakuasi dan penanganan darurat.
Mereka akan menambahan shelter emergency atau tempat penampungan darurat.
Shelter emergency rencananya dibangun di tiga titik, antara lain di Pelawangan Segara Anak hingga dengan Leter E.
Shelter-shelter ini nantinya akan dilengkapi peralatan yang memadai agar mempermudah pertolongan pertama oleh petugas, seperti herness atau tali pengaman, carabiner, katrol, dan lain sebagainya.
Sementara itu, proses perbaikan jalur pendakian kini terus dilakukan.
Program: News Analysis
Host: AI
Editor Video: Septian Ade Samanta Les
Uploader: Septian Ade Samanta Les
#Tribunnews #tribunLombok #viral #video #trending #beritahariini #Lombokupdate #beritaLombokhariini #beritaterkini #beritanasional #warganet #hottopic #beritakriminalhariini #beritaviral #Shorts
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: