NGABUBURIT ASYIK - MASJID DARUSSALAM SERENGAN TRADISI BUBUR SAMIN 001
Автор: Tribun Sulbar Official
Загружено: 2026-03-02
Просмотров: 88
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Masjid Darussalam Jayengan Solo
Tradisi Pembagian Bubur Samin Ramadhan, Jejak Perantau Pedagang Emas
Kota Solo selama ini dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa yang paling kuat di Indonesia. Keraton, batik, gamelan, hingga tradisi leluhur seakan menjadi identitas yang melekat erat pada kota ini. Namun, di balik khazanah budaya Jawa yang dominan, Solo juga menyimpan kisah menarik tentang komunitas perantau yang turut memberi warna dalam perjalanan sejarahnya.
Satu di antara jejak itu dapat ditemukan di kawasan Jayengan, Serengan. Di tengah hiruk-pikuk pusat kota, berdiri sebuah masjid yang bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol keberadaan budaya Banjar di Surakarta: Masjid Darussalam Jayengan.
Masjid ini merupakan satu-satunya masjid di Solo yang memiliki kaitan erat dengan sejarah komunitas Banjar yang merantau dari Kalimantan.
Awal Mula Perantau Banjar di Solo
Kisah Masjid Darussalam Jayengan bermula pada akhir abad ke-19, ketika sejumlah pedagang emas dan permata dari Kalimantan mulai berdatangan ke Solo. Mereka menetap, berdagang, lalu membentuk komunitas yang semakin hari kian berkembang.
Seiring bertambahnya jumlah warga Banjar di kawasan Jayengan, kebutuhan akan tempat ibadah pun muncul. Dengan semangat kebersamaan, mereka kemudian membangun sebuah musala sederhana.
Musala itu dikenal dengan nama Langgar Jayengan Darussalam, berdiri sekitar tahun 1910–1911. Dari tempat kecil itulah, aktivitas keagamaan komunitas Banjar di Solo mulai berakar.
Seiring waktu, jumlah jemaah meningkat dan langgar tersebut berkembang menjadi masjid permanen yang berdiri kokoh hingga sekarang.
Editor Video: Indra Mahendra
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: