Warga Jajag Penjaga Rumah Kosong Ditemukan Tewas Membusuk
Автор: Radar Banyuwangi
Загружено: 2020-02-04
Просмотров: 2354
Описание:
GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Jamhari, 68, warga Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, ditemukan tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan, di rumah kosong milik juragannya Hadi Purnomo, 68, di Desa Wringnagung, Kecamatan Gambiran, kemarin sore (4/2).
Saat ditemukan warga, kondisi tubuh korban ini sudah membusuk. Seluruh tubuhnya sudah kaku dengan posisi terlentang. Beberapa kulit tubuhnya, juga sudah ada yang mengelupas.
Orang yang kali pertama menemukan korban itu Untung, 48, teman korban. Sekitar pukul 15.00, ia akan menemui korban untuk menyerahkan uang bulanan sebagai penunggu rumah kosong itu. “Setiap bulan dapat Rp 400 ribu,” katanya.
Saat akan masuk ke rumah, ia mencium bau yang sangat menyengat. Di sekitar rumah itu, juga banyak beterbangan lalat. “Ternyata Pak Jamhari sudah meninggal di dalam dan tubuhnya membusuk,” ujarnya seraya menyebut kalau ia langsung menghubungi polisi dan bosnya Hadi Purnomo..
Hadi Purnomo yang langsung datang ke lokasi mengatakan, korban itu memang pegawainya yang disuruh menempati rumah miliknya sejak tiga tahun lalu. Ia merasa kasihan pada korban yang tidak punya tempat tinggal usai bercerai dengan istrinya. “Saya suruh tinggal di rumah itu, kebetulan rumah itu juga kosong,” katanya.
Hadi mengatakan pada Sabtu malam (1/2) masih mengobrol dengan korban. Pada malam itu, sempat mengeluh sakit karena terserang diare. Kemudian, ia membelikan obat diare dan memberi uang Rp 100 ribu. “Setiap bulan saya selalu memberi uang makan. Saya juga sering menyambangi,” ungkapnya.
Adik korban, Sukari, 54, mengatakan kakaknya itu sudah lama menderita penyakit darah tinggi dan lambung. Diduga, korban meninggal karena penyakitnya itu. “Korban memiliki riwayat penyakit kompilkasi,” katanya.
Sebelum tinggal di rumah kosong milik Hadi Purnomo itu, jelas dia, kakaknya tidur di kursi kayu depan Hotel Widodo. Setelah bercerai dengan istrinya, tidak mau tinggal bersama keluarganya dengan alasan takut membebani. “Saya berterima kasih kepada pak Hadi Purnomo karena sudah bersedia memberikan tempat tinggal sementara untuk kakak saya itu,” terangnya.
Pihak keluarga ikhlas menerima kepergian korban, dan tidak bersedia dilakukan otopsi. Jenazahnya dibawa ke rumah Sukari untuk dimandikan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.
Kamit Reskrim Polsek Gambiran Ipda Yaman Adinata mengatakan dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Diduga kuat korban meninggal kerana sakit yang dideritanya. “Diduga korban sudah meninggal sejak Minggu (2/2),” katanya.(kri/abi)
Official YouTube Channel of Jawa Pos Radar Banyuwangi
at Grha Pena - Jl. Brawijaya No. 77 Kebalenan - Banyuwangi
Visit Us
Instagram: / radarbanyuwangi
Facebook: / radarbanyuwangi
Twitter: / radarbwi
Website: https://radarbanyuwangi.jawapos.com/
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: