Demo Ricuh di Wua-Wua Kendari Berawal dari Emak-Emak yang Maju Bawa Kayu dan Serang Tameng Polisi
Автор: Tribunnews
Загружено: 2025-11-20
Просмотров: 1866
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Proses constatering (pencocokan batas tanah) lahan eks PGSD di Perempatan Wua-Wua, Kota Kendari, berujung ricuh pada Kamis (20/11/2025).
Ratusan warga melakukan penolakan terhadap kegiatan tersebut hingga mengakibatkan terjadinya bentrok dengan aparat keamanan.
Constatering yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) dan Kantor Pertanahan Kendari ditolak tegas oleh warga yang sudah memadati area demo sejak pagi.
Puncak bentrok ditandai dengan aksi pelemparan meja kayu ke arah aparat kepolisian.
Dalam aksi unjuk rasa ini, kelompok emak-emak berada di garda terdepan untuk menyuarakan penolakan mereka.
Suasana demo yang awalnya berjalan lancar dengan orasi, seketika berubah memanas saat sekelompok emak-emak maju ke barisan aparat sambil membawa kayu.
Mereka menghantam kayu tersebut ke tameng polisi, lalu mendorong barisan aparat dengan upaya keras menembus garis pengamanan.
Bahkan upaya persuasif dari petugas tak mampu meredam kericuhan yang terjadi.
Ketegangan dari aksi demo ini mencapai klimaks, ketika sebuah meja kayu dilempar dari sisi jalan lalu mendarat menghantam aparat.
Serangan kayu dari sisi jalan itu membuat polisi sempat mundur beberapa langkah.
Sementara itu Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin Louis Sengka turut menjadi korban dan bibir sobek akibat lemparan batu.
Sebagai informasi, aksi demo ricuh di Perempatan Wua-Wua Kendari sudah berakhir kondusif.
Berdasarkan pantauan Tribunnews Sultra, sekira pukul 13.00 WITA, jalan Ahmad Yani di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sultra sudah bisa dilalui oleh pengendara.
Meski begitu, kecepatan kendaraan terpaksa diperlambat karena ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang membersihkan jalanan.
Sekitar 350 meter, jalanan yang menjadi lokasi demonstrasi tersebut sempat berisi ceceran bebatuan hingga sampah plastik.
Sejumlah titik jalan berwarna hitam pekat buntut pembakaran ban yang dilakukan oleh massa sejak pagi.
Hingga pukul 13.22 WITA, sejumlah kendaraan taktis dan rantis berjejer di pinggiran jalan.
(Tribun-Video.com/Tribunnewssultra.com)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Pecah! Ibu-ibu Bawa Kayu Pukul Tameng Polisi saat Aksi di Wua-Wua Kendari Sulawesi Tenggara, https://sultra.tribunnews.com/kendari....
Program: Live Tribunnews Update
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: