Tradisi Ketuk Sahur “Koko’o” Semarakkan Awal Ramadan di Kota Gorontalo
Автор: KOMPASTV GORONTALO
Загружено: 2026-02-19
Просмотров: 36
Описание:
GORONTALO, KOMPAS. TV - Suasana malam pertama ramadan di Kota Gorontalo terasa berbeda, ribuan warga turun ke jalan mengikuti tradisi ketuk sahur atau yang dikenal dengan sebutan koko’o. tradisi membangunkan warga untuk santap sahur ini telah ada sejak zaman dahulu dan terus dilestarikan hingga kini.
Dahulu, koko’o hanya menggunakan kentongan yang terbuat dari bambu sebagai alat utama untuk menghasilkan bunyi. namun seiring perkembangan zaman, Tradisi ini kini dipadukan dengan Alat Musik Modern seperti drum dan pengeras suara, tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Alunan ritmis bunyi kentongan dan tabuhan musik menggema di sepanjang jalan,mengundang perhatian warga yang menyaksikan dari depan rumah maupun pinggir jalan. anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengikuti pawai sahur ini.
Ketua Komunitas Koko’o Kota Gorontalo mengatakan, pada Ramadan tahun ini jumlah peserta meningkat drastic. diperkirakan hampir dua ribu peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. meningkatnya partisipasi ini menjadi bukti bahwa Tradisi Lokal tetap diminati generasi muda.
"setiap tahun kita update terus untuk konsep Koko'o Gorontalo, kita bermain desain panggung dan kita tambah lagi elemen yang ada untuk diperbarui setiap tahun,"
Tak hanya warga local, Tradisi Koko’o juga menarik perhatian para pendatang yang baru pertama kali menyaksikan kemeriahan tersebut. salah seorang warga pendatang mengaku terkejut melihat besarnya partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi ini.
"first time saya lihat koko'o ini, saya agak terkejut karena banyak masyarakat yang antusias dalam melihat dan ikut serta,"
Tradisi koko’o bukan sekadar membangunkan sahur, namun juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas budaya masyarakat Gorontalo di tengah modernisasi.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: