Wayang Golek GH2 Babad Lokapala (Audio Kaset) - Ade Kosasih Sunarya
Автор: Akoer Lah
Загружено: 2020-09-10
Просмотров: 22875
Описание:
Tema : Upaya Pelestarian Kesenian Wayang Golek Melalui Media Sosial
Judul cerita : “Babad Lokapala”, Iringan Gamelan : Giriharja 2, Dalang : Ade Kosasih Sunarya, Jurukawih 1 : Cucu Cunaya Sari, Jurukawih 2 : Mini Hayati, Lurah Sekar : Mang Dasri, Kendang : Udan, Rebab : Endi, Gambang : Intang, Saron 1 : Amung, Saron 2 : Apud, Panerus : A. Komara, Bonang : Sadi, Jenglong : Nandang, Goong : Uu Sasmita, Wiraswara : U. Sukandi.
================================
Sinopsis Babad Lokapala :
Babad Lokapala merupakan kisah yang paling tua dari kisah Ramayana dan Mahabharata. Bahkan dalam kisah ini awal munculnya nama Semar (Bekel Sang Bronta), Sastrajingga atau dikenal dengan Cepot (Naya Genggong), dan Dawala (Kantong Bolong) yang awalnya sebagai pawongan Begawan Wisrawa di Padepokan Pancala.
Alkisah, Raja Danaraja dari Kerajaan Lokapala berkeinginan memiliki permaisuri. Wanita yang hendak dilamarnya adalah Dewi Sukesi putri Prabu Sumali dari Kerajaan Alengka. Diwaktu yang bersamaan, Prabu Sumali menyelenggarakan saembara mencari calon menantu untuk putrinya Dewi Sukesi. Barang siapa yang berhasil mengalahkan jago saembara, Patih Jambu Mangli, maka ia berhak menjadi suami Dewi Sukesi. Supaya diketahui bahwa Kerajaan Alengka tersebut merupakan kerajaan para raksasa.
Dilain pihak, Begawan Wisrawa yang sebelumnya adalah raja Lokapala, menyerahkan tahta kerajaan kepada putranya Danaraja. Ia sendiri mengasingkan diri di Padepokan Pancala sebagai resi. Kemudian ia menemui putranya dan selanjutnya mewakili putranya, Danaraja untuk melamar Dewi Sukesi yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa putri yang akan dilamar untuk putranya itu sedang disaembarakan. Ternyata Prabu Sumali itu adalah adik seperguruan Begawan Wisrawa.
Ketika datang ke Alengka, sedang berlangsung saembara. Tapi ternyata Prabu Sumali mengingkari janjinya dalam saembara. Ia justru memutuskan bahwa putrinya Dewi Sukesi akan langsung dijodohkan dengan Danaraja putra Begawan Wisrawa. Ketika Dewi Sukesi dipanggil ayahnya, ia memberikan syarat bahwa dirinya akan menikahi pria yang memberikan ilmu Sastra Jendra Rahayu Ningrat. Kebetulan satu-satunya orang yang memiliki ilmu tersebut adalah Begawan Wiswara. Cuma masalahnya ilmu tersebut harus diberikan dalam kondisi tanpa busana. Awalnya Begawan Wisrawa menolak memberikan ilmu tersebut karena merasa jengah harus berbugil ria dengan calon menantunya. Tetapi Dewi Sukesih bersikukuh ingin mendapatkan ilmu tersebut dengan cara apapun.
Selanjutnya Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi pergi ke hutan untuk pewarisan ilmu tersebut. Ternyata pewarisan ilmu itu gagal total. Keduanya tergelincir dan terperosok ke dalam perzinahan, sehingga niat yang suci demi melamarkan untuk putranya itu menjadi gagal total. Resi Wisrawa lupa bahwa ilmu tersebut dilarang oleh Batara Guru untuk diberikan kepada trah raksasa. Mengetahui ada kecurangan, Patih Jambu Mangli marah besar karena merasa dikhianti oleh rajanya. Ia kemudian menantang Begawan Wisrawa. Patih Jambu Mangli gugur ditangan Beagawan Wisrawa.
Dalam kisah lanjutannya (Dasamuka/Rahwana Lahir), Dewi Sukesi mengandung yang kemudian melahirkan tiga bayi yang berwujud raksasa, yaitu Dasamuka (Rahwana), Kumbakarna dan Sarpakenaka. Tak berapa lama kemudian Dewi Sukesi hamil lagi dan melahirkan seorang bayi, yang berwujud manusia, yang kemudian diberi nama Gunawan Wibisana. Begawan Wisrawa sendiri mati ditangan anaknya sendiri, Danaraja.
#wayang_golek
ade_kosasih_sunarya
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: