ycliper

Популярное

Музыка Кино и Анимация Автомобили Животные Спорт Путешествия Игры Юмор

Интересные видео

2025 Сериалы Трейлеры Новости Как сделать Видеоуроки Diy своими руками

Топ запросов

смотреть а4 schoolboy runaway турецкий сериал смотреть мультфильмы эдисон
Скачать

Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral

Автор: Tribun Pekanbaru Official

Загружено: 2026-02-09

Просмотров: 52753

Описание: #rino

Video Editor : Rino Syahril

Kasus dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Barat menyisakan tanda tanya besar.

Bukan hanya soal kekerasan yang diduga dilakukan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), tetapi juga sikap aparat kepolisian yang disebut enggan memproses laporan korban.

Hasan, pengemudi ojol, mengaku menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang pria yang diduga anggota Paspampres di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu pekan lalu. 

Ironisnya, peristiwa berdarah itu berawal dari persoalan sepele yakni salah alamat penjemputan penumpang.

“Saya dari Jalan Mawar itu lagi on bid, dapat penumpang ibu-ibu sendirian, minta diantar ke Jalan Haji Lebar, rumah pelaku, tapi dia enggak tahu jalan,” kata Hasan saat dihubungi, Senin, 9 Februari 2026. 

Karena penumpang tidak mengetahui rute, Hasan mengikuti titik peta di aplikasi. Namun setibanya di lokasi, alamat tersebut dinyatakan salah. Upaya Hasan meminta petunjuk justru berujung kekacauan.

Penumpang kemudian mengirim fitur share location dari pelaku, tetapi tidak bisa dibuka. Hasan akhirnya mengikuti titik merah di peta menuju Jalan Kecapi, sekitar dua kilometer dari lokasi awal. Di sana pun rumah yang dimaksud tak kunjung ditemukan.

Hasan lalu meminta penumpangnya menghubungi pelaku. Telepon diserahkan agar ia bisa bertanya langsung. Namun, respons yang diterima justru penuh makian.

“Saya bilang, ‘Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?’ Terus dia jawabannya malah kasar, marah-marah. ‘Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!’” kata Hasan.

Saat Hasan mencoba menjelaskan dengan tenang, emosi pelaku makin memuncak.

“Saya bilang, ‘Bapak ngapain marah-marah? Saya kan cuma nanya alamat’. Terus malah dia bilang, ‘Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!’”

Meski sempat ragu, Hasan tetap mengantar penumpang hingga ke rumah pelaku karena rasa iba.

“Karena saya kasihan, ibu-ibu sendirian sudah malam juga, enggak tahu jalan lagi, ya sudah saya antar aja,” tuturnya.

Namun setibanya di lokasi, situasi justru berubah panas. Anak pelaku sudah menunggu dengan sikap menantang.

Cekcok berujung perkelahian. Anak pelaku menendang motor Hasan, memicu aksi saling pukul. Di tengah keributan itu, pelaku utama keluar rumah sambil membawa batang besi.

Akibatnya, Hasan mengalami luka serius. “Saya luka berdarah di dahi kiri, ngucur darahnya.”

Warga melerai dan membawa Hasan ke rumah RT setempat. Di sanalah identitas pelaku mulai terkuak.

“RT-nya bilang, katanya pelakunya itu anggota Paspampres,” jelas Hasan.

Hasan kemudian melakukan visum dan melapor ke Polsek Kembangan. Namun, harapannya untuk mendapatkan keadilan justru terganjal.

“Di situ kepolisian bilang, ‘Wah kalau Paspampres kita enggak bisa, harus ke Pomdam,’” kata Hasan menirukan ucapan polisi.

Merasa laporannya mandek, Hasan akhirnya meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Unggahannya viral dan memicu sorotan publik. Barulah setelah itu ia kembali dipanggil polisi untuk pemeriksaan lanjutan.

Kasus ini memantik pertanyaan publik: apakah hukum benar-benar berlaku sama bagi semua orang? Ataukah status dan seragam masih menjadi tameng kekuasaan?

Hasan berharap aparat bertindak adil dan profesional.

“Ya, semoga ditindaklanjuti lah. Jangan ada orang-orang yang punya jabatan begitu bisa seenaknya,” pungkasnya. 

Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:

YouTube:    / @tribunpekanbaruofficial  
Facebook:   / tribunpekanbarufanspage   
Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...
TikTok:   / tribunpekanbaru  
Instagram:   / @tribunpekanbaru  

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral

Поделиться в:

Доступные форматы для скачивания:

Скачать видео

  • Информация по загрузке:

Скачать аудио

Похожие видео

BOBON PILIH MUNDUR‼️ YA SAYA KECEWA.. Terimakasih Semuanya... - Bobon Santoso

BOBON PILIH MUNDUR‼️ YA SAYA KECEWA.. Terimakasih Semuanya... - Bobon Santoso

Rumah Terduga Pelaku Penganiayaan Tetangga Terpantau Kosong | AKIM tvOne

Rumah Terduga Pelaku Penganiayaan Tetangga Terpantau Kosong | AKIM tvOne

Sosok Oknum TNI Penganiaya Driver Ojol, Paspampres Sampaikan Bantahan

Sosok Oknum TNI Penganiaya Driver Ojol, Paspampres Sampaikan Bantahan

Kawanan “Rayap Besi” Diringkus Polisi, Beberapa Jam Usai Aksi Viral di Medsos | Snapnews

Kawanan “Rayap Besi” Diringkus Polisi, Beberapa Jam Usai Aksi Viral di Medsos | Snapnews

Новый Убийца в UFC! Пугающая Мощь Атеба Готье

Новый Убийца в UFC! Пугающая Мощь Атеба Готье

Viral! Pria Protes Razia Polisi Rutin di Tikungan, Sampai Minta Tunjukkan Surat Perintah

Viral! Pria Protes Razia Polisi Rutin di Tikungan, Sampai Minta Tunjukkan Surat Perintah

Jawaban Polisi Soal Kemungkinan Pelaku Jambret Lapor Polisi Usai Ditabrak Mahasiswi di Jogyakarta

Jawaban Polisi Soal Kemungkinan Pelaku Jambret Lapor Polisi Usai Ditabrak Mahasiswi di Jogyakarta

Menuju INDONESIA (C)EMAS Menyambut GENERASI LC

Menuju INDONESIA (C)EMAS Menyambut GENERASI LC

Viral! Istri Selingkuh, Suami Pilih Jalan Damai dan Minta Selingkuhan Menikahi Istrinya

Viral! Istri Selingkuh, Suami Pilih Jalan Damai dan Minta Selingkuhan Menikahi Istrinya

Гитлер в цвете

Гитлер в цвете

Oknum ASN Arogan di Tuban Ditangkap Polisi seusai Aniaya 4 Pegawai SPBU gegara Tak Sabar Antre BBM

Oknum ASN Arogan di Tuban Ditangkap Polisi seusai Aniaya 4 Pegawai SPBU gegara Tak Sabar Antre BBM

Nasib Mahasiswi Asal Kendal yang Tabrak Jambret di Jogja: Dilaporkan Balik, Polisi Tegas Menolak!

Nasib Mahasiswi Asal Kendal yang Tabrak Jambret di Jogja: Dilaporkan Balik, Polisi Tegas Menolak!

Агент ФБР перевернул ситуацию в свою пользу, ответив на неуважительное поведение полицейского.

Агент ФБР перевернул ситуацию в свою пользу, ответив на неуважительное поведение полицейского.

Cerita Kapolres Lamongan Dicueki saat Lapor Kehilangan Motor ke Polisi, Langsung Murka

Cerita Kapolres Lamongan Dicueki saat Lapor Kehilangan Motor ke Polisi, Langsung Murka

РАССТРЕЛ БЕЛОГО ДОМА 1993: РЕАЛЬНОЕ ЧИСЛО ЖЕРТВ. ВСЯ ПРАВДА

РАССТРЕЛ БЕЛОГО ДОМА 1993: РЕАЛЬНОЕ ЧИСЛО ЖЕРТВ. ВСЯ ПРАВДА

Beli Mobil Baru Harga 6JT Rupiah? Si Kecil Mobil Zeyeng - MOGOK EP.1

Beli Mobil Baru Harga 6JT Rupiah? Si Kecil Mobil Zeyeng - MOGOK EP.1

Pria Tendang Kucing Saat Jogging,

Pria Tendang Kucing Saat Jogging, "Mintel" Mati Diduga Akibat Luka Internal

Klarifikasi Video Pria Diduga Bawa Mayat Padahal Biawak: Cuek Aja Saya Mah | AKIS

Klarifikasi Video Pria Diduga Bawa Mayat Padahal Biawak: Cuek Aja Saya Mah | AKIS

Почему Польша купила тысячу корейских танков вместо Абрамсов и Леопардов?

Почему Польша купила тысячу корейских танков вместо Абрамсов и Леопардов?

Самые пугающие находки нацистской Германии во Второй мировой войне

Самые пугающие находки нацистской Германии во Второй мировой войне

© 2025 ycliper. Все права защищены.



  • Контакты
  • О нас
  • Политика конфиденциальности



Контакты для правообладателей: [email protected]