Camat Buka Fakta Sebenarnya, Pedagang Es Gabus Viral Bukan Bohong dengan KDM
Автор: Tribun Kaltim Official
Загружено: 2026-01-30
Просмотров: 9424
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Pedagang es gabus asal Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Suderajat (49), yang sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan aparat, disebut memiliki indikasi disabilitas mental.
Hal itu disampaikan Camat Bojonggede Tenny Ramdhani menyusul polemik pernyataan Suderajat yang dinilai berubah-ubah terkait status rumah yang ditempatinya.
Tenny menjelaskan, anggapan bahwa Suderajat memberikan keterangan tidak benar muncul setelah sebuah video pertemuan Suderajat dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beredar di kanal YouTube Dedi Mulyadi pada Rabu (28/1/2026).
Dalam video tersebut, Suderajat menyampaikan bahwa dirinya tinggal di rumah kontrakan dengan biaya sewa Rp800 ribu per bulan.
Namun, keterangan itu berbeda dengan pernyataan Ketua RW setempat yang menyebut Suderajat telah tinggal selama sekitar 19 tahun di rumah milik pribadi yang dibelikan oleh mendiang orang tuanya.
Perbedaan informasi ini kemudian memicu tudingan bahwa Suderajat berbohong atau memberikan keterangan tidak konsisten.
Menanggapi hal tersebut, Tenny menegaskan bahwa kedua keterangan tersebut tidak sepenuhnya keliru.
Menurutnya, Suderajat memang saat ini tinggal di rumah kontrakan, tetapi bukan karena tidak memiliki rumah. Ia menjelaskan bahwa rumah milik Suderajat tengah menjalani perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sehingga yang bersangkutan diungsikan sementara ke kontrakan.
Tenny menyebutkan bahwa proses perbaikan rumah Suderajat telah berlangsung sejak Desember 2025, setelah rumah tersebut mengalami kerusakan parah akibat hujan dan angin kencang pada awal tahun.
Dengan demikian, status Suderajat sebagai pemilik rumah tetap diakui, meski untuk sementara ia tidak menempatinya.
Lebih jauh, Tenny mengungkapkan bahwa hasil asesmen lintas instansi menunjukkan adanya indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma yang menyebabkan kemampuan komunikasi verbal keduanya menurun, sehingga jawaban yang disampaikan kerap berubah-ubah dan terkesan tidak konsisten.
Tenny menambahkan, keterangan dari Ketua RT dan RW setempat juga menguatkan adanya keterbatasan psikologis dan mental pada diri Suderajat.
Kondisi itu semakin diperparah oleh trauma pascakejadian dugaan penganiayaan, serta tekanan akibat banyaknya orang yang datang ke rumahnya dalam waktu singkat.
Ia menegaskan bahwa Suderajat merupakan warga yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus, bukan penghakiman publik, terutama di tengah situasi psikologis yang masih belum stabil. (*)
Penulis: Fachri Mahayupa
Sumber: Tribunnews.com
Editor Video: Wahyu Triono
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: