ycliper

Популярное

Музыка Кино и Анимация Автомобили Животные Спорт Путешествия Игры Юмор

Интересные видео

2025 Сериалы Трейлеры Новости Как сделать Видеоуроки Diy своими руками

Топ запросов

смотреть а4 schoolboy runaway турецкий сериал смотреть мультфильмы эдисон
Скачать

Kembalikan Hak Sehat Rakyat | Bedah Editorial MI

Автор: METRO TV

Загружено: 2026-02-09

Просмотров: 1063

Описание: MetroTV, SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil. Namun di Republik ini, angka sebesar itu kiranya masih dilihat sebagai statistik yang bisa dihapus dalam waktu singkat dari daftar Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi belasan juta warga miskin tersebut dilakukan atas nama pemutakhiran data.

Tujuannya mulia, menertibkan administrasi dan menyelamatkan uang negara agar tepat sasaran. Kita sepakat bahwa basis data penerima bantuan sosial, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), memang harus bersih dari 'penumpang gelap' alias mereka yang sudah mampu, meninggal dunia, atau fiktif. Tidak boleh sedikit pun APBN bocor untuk membiayai orang-orang yang tidak berhak itu.

Akan tetapi, menjadi persoalan serius ketika pemutakhiran sekaligus pembersihan data tersebut dilakukan dengan cara yang meminggirkan empati. Tidak ada komunikasi yang pasti, tidak ada sosialisasi yang memadai, tiba-tiba kebijakan itu datang bagaikan teror bagi sebagian masyarakat. Layak dibilang teror karena penonaktifan 11 juta peserta itu dilakukan tanpa peringatan dini.

Bayangkan kepanikan pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah secara kontinyu, atau penderita kanker yang bergantung pada kemoterapi, juga pasien talasemia yang mesti rutin mendapatkan infus darah, tiba-tiba ditolak rumah sakit karena, tanpa mereka tahu, status kepesertaan mereka nonaktif.

Data Kemenkes menyebut bahwa dari 11 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dicabut itu, sekitar 120 ribu peserta ialah pasien dengan riwayat penyakit katastropik dan sekitar 12 ribu pasien hemodialisis atau cuci darah. Bagi mereka, penonaktifan mendadak ini tidak ubahnya seperti vonis mati secara tidak langsung.

Sekali lagi, inti persoalannya bukan pada niat membersihkan data, melainkan pada cara penyampaiannya yang nirempati. Dari kasus ini amat terlihat bahwa pola komunikasi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial sebagai pemilik data dan BPJS Kesehatan sebagai eksekutor, cenderung menggunakan pendekatan hit and run. Eksekusi dulu, urusan belakangan.

Sengkarut ini diperparah dengan kegagalan koordinasi pusat dan daerah yang klasik. Ketika masalah meledak, pola saling lempar tanggung jawab terjadi. Pusat berdalih data berasal dari daerah, BPJS berdalih hanya menjalankan regulasi, sementara dinas sosial di daerah kewalahan menerima amarah warga.

Kebijakan tersebut pada akhirnya juga memindahkan beban fiskal secara sepihak ke pemerintah daerah yang sebetulnya juga tidak punya kemewahan APBD. Mereka terpaksa menanggung iuran warga yang terlempar dari tanggungan APBN agar bisa mereaktivasi kepesertaan mereka di BPJS.

Negara semestinya hadir untuk melindungi segenap rakyat, bukan untuk memberikan kejutan yang mematikan. Hak konstitusional rakyat untuk mendapatkan layanan kesehatan tidak boleh diputus seketika layaknya memutus aliran listrik lantaran telat bayar.

Mereka bukan penjahat, bukan koruptor yang menilap uang negara sampai miliaran bahkan triliunan rupiah. Mereka hanyalah warga yang menurut survei Kemensos sudah tidak lagi memenuhi syarat untuk mendapat bantuan iuran dari pemerintah. Mereka tidak salah apa-apa. Lantas apakah pantas mereka diperlakukan seperti penjahat?

Untuk kebijakan yang strategis dan menyangkut orang banyak seperti itu, semestinya ada mekanisme grace period atau masa tenggang yang diberlakukan. Tidak bisa serta-merta, harus ada tahapannya. Jika kebijakan pemutakhiran data tersebut berujung penonaktifan, berikan waktu transisi sehingga layanan kesehatan tetap bisa diakses sembari warga mengurus sanggahan.

Kini, solusi jangka pendek untuk mengatasi kepanikan masyarakat mesti dilakukan. Kiranya usul Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang disampaikan saat rapat bersama pimpinan DPR layak ditimbang. Budi mengusulkan reaktivasi JKN otomatis sementara selama tiga bulan, sambil memvalidasi data kepesertaan 11 juta PBI JK yang dinonaktifkan.

Dalam rapat yang sama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan siap mencairkan anggaran Rp15 miliar untuk reaktivasi JKN otomatis sementara usulan Menkes tersebut. Klop sudah. Untuk saat ini, kiranya itulah hal maksimal yang bisa dilakukan pemerintah. Tidak hanya untuk memadamkan bara kemarahan publik, tetapi sekaligus untuk mengembalikan hak sehat rakyat.





#BPJSKesehatan #PemutakhiranData #JKN #KesehatanMasyarakat #BantuanIuran #PBIJK #ReaktivasiJKN #MasalahKesehatan #KrisisKesehatan #PemerintahIndonesia
-----------------------------------------------------------------------

Follow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi terkini!


Website: https://www.metrotvnews.com/
Facebook:   / metrotv  
Instagram:   / metrotv  
Twitter:   / metro_tv  
TikTok:   / metro_tv  
Metro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
Kembalikan Hak Sehat Rakyat | Bedah Editorial MI

Поделиться в:

Доступные форматы для скачивания:

Скачать видео

  • Информация по загрузке:

Скачать аудио

Похожие видео

Debat DPR Vs Mensos-Menkes soal BPJS PBI, Data Pemerintah

Debat DPR Vs Mensos-Menkes soal BPJS PBI, Data Pemerintah "Dikuliti"

Panas! Debat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Keluar Siapa Untung Jokowi Atau Roy Suryo

Panas! Debat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Keluar Siapa Untung Jokowi Atau Roy Suryo

🔴 [LIVE] - detikSore: : Menerka Nasib Pasien Katastropik Akibat Penonaktifan PBI BPJS

🔴 [LIVE] - detikSore: : Menerka Nasib Pasien Katastropik Akibat Penonaktifan PBI BPJS

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memimpin Apel bersama ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memimpin Apel bersama ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT

David Pajung & Abdul Gafur Debat Panas soal Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Siapa yang Untung?

David Pajung & Abdul Gafur Debat Panas soal Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Siapa yang Untung?

АНТАРКТИДА: Ледяной мир нашей планеты. Документальный фильм | 4K Ultra HD

АНТАРКТИДА: Ледяной мир нашей планеты. Документальный фильм | 4K Ultra HD

[FULL] Wajib Tahu! Aturan Baru WFA & Paket Stimulus Ekonomi Idulfitri 2026 dari Pemerintah

[FULL] Wajib Tahu! Aturan Baru WFA & Paket Stimulus Ekonomi Idulfitri 2026 dari Pemerintah

Bocor! 17 Jendral TNI Bakal Gugat Penyidik PMJ Paska Berkas Roy Suryo Cs P-19 Di Kejaksaan! |INDEPTH

Bocor! 17 Jendral TNI Bakal Gugat Penyidik PMJ Paska Berkas Roy Suryo Cs P-19 Di Kejaksaan! |INDEPTH

[FULL] Bonatua Ungkap Langkah Usai Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, ini Saran Ray Rangkuti

[FULL] Bonatua Ungkap Langkah Usai Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, ini Saran Ray Rangkuti

UPDATE! Percepatan Pembangunan Huntara dan Pemulihan Akses Jalan di Aceh Tengah - [Newsline]

UPDATE! Percepatan Pembangunan Huntara dan Pemulihan Akses Jalan di Aceh Tengah - [Newsline]

ФАИНА РАНЕВСКАЯ знала ТАЙНЫ советского кино! Орлова, Высоцкий, Гурченко - правда ШОКИРУЕТ!

ФАИНА РАНЕВСКАЯ знала ТАЙНЫ советского кино! Орлова, Высоцкий, Гурченко - правда ШОКИРУЕТ!

"IJAZAH JKW END GAME?!" GILIRAN EDY MULYADI & YULIANTO X-TIMSES JOKOWI JADI SAKSI RRT!!

Хиросима: День, когда упало небо | Многоязычный документальный фильм

Хиросима: День, когда упало небо | Многоязычный документальный фильм

Bahas soal Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor: Langkah Bonatua Selanjutnya, Saran Ray Rangkuti

Bahas soal Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor: Langkah Bonatua Selanjutnya, Saran Ray Rangkuti

АУТИЗМ и ДЕМЕНЦИЯ: Шокирующая связь! Невролог раскрывает, как вылечить неизлечимое | На здоровье!

АУТИЗМ и ДЕМЕНЦИЯ: Шокирующая связь! Невролог раскрывает, как вылечить неизлечимое | На здоровье!

Эшелон с СОТНЯМИ ДЕТЕЙ ПРОПАЛ в 1948-м | Документальная драма

Эшелон с СОТНЯМИ ДЕТЕЙ ПРОПАЛ в 1948-м | Документальная драма

[HEADLINE NEWS, 10/02] TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Aceh Tengah dan Sumbar

[HEADLINE NEWS, 10/02] TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Aceh Tengah dan Sumbar

LIVE - Sidang MK Uji Materi Permohonan Roy Suryo Di Kasus Ijazah Jokowi

LIVE - Sidang MK Uji Materi Permohonan Roy Suryo Di Kasus Ijazah Jokowi

ПОСЛЕ СМЕРТИ ВАС ВСТРЕТЯТ НЕ РОДСТВЕННИКИ, А.. ЖУТКОЕ ПРИЗНАНИЕ БЕХТЕРЕВОЙ. ПРАВДА КОТОРУЮ СКРЫВАЛИ

ПОСЛЕ СМЕРТИ ВАС ВСТРЕТЯТ НЕ РОДСТВЕННИКИ, А.. ЖУТКОЕ ПРИЗНАНИЕ БЕХТЕРЕВОЙ. ПРАВДА КОТОРУЮ СКРЫВАЛИ

ДО СЛЁЗ! ОТЕЦ СЖЕГ НАСЛЕДСТВО НА МОГИЛЕ МАТЕРИ, КОГДА УЗНАЛ, ЧЕМ ЗАНИМАЛСЯ СЫН!

ДО СЛЁЗ! ОТЕЦ СЖЕГ НАСЛЕДСТВО НА МОГИЛЕ МАТЕРИ, КОГДА УЗНАЛ, ЧЕМ ЗАНИМАЛСЯ СЫН!

© 2025 ycliper. Все права защищены.



  • Контакты
  • О нас
  • Политика конфиденциальности



Контакты для правообладателей: [email protected]