Petani Lombok Timur Gagal Panen, Harga Cabai di Lombok Timur Tembus Rp 100 Ribu per Kg
Автор: Tribun Lombok
Загружено: 2026-02-19
Просмотров: 264
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Memasuki bulan Ramadan 2026, harga cabai di Kabupaten Lombok Timur mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram.
Kenaikan drastis ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi utama.
Ketua Program Champion Cabai Kabupaten Lombok Timur, Subhan mengungkapkan dari total luas tanam 400 hektare yang diproyeksikan panen saat Ramadan hingga Idulfitri, banyak yang terdampak kerusakan.
Hujan deras disertai angin kencang selama berminggu-minggu mengakibatkan tanaman mati dan buah membusuk.
"Seharusnya sebagian lahan sudah siap panen. Namun, karena cuaca ekstrem, banyak tanaman mati dan gagal berproduksi. Inilah yang memicu lonjakan harga," ujar Subhan saat ditemui di kediamannya di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, pada awal Januari hingga akhir Desember tahun lalu, harga cabai masih berkisar Rp 40 ribu per kilogram.
Namun, akibat penurunan produksi, harga melonjak tajam hingga Rp 100 ribu per kilogram di tingkat pasar.
Selain faktor cuaca, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh pola panen tahunan masyarakat.
Subhan menjelaskan bahwa setiap tahun, petani di Lombok Timur biasanya tidak melakukan panen pada H-3 hingga H+3 Ramadan karena tradisi persiapan puasa dan penyesuaian awal Ramadan.
“Memang setiap tahun ada jeda panen menjelang dan awal Ramadan. Ditambah cuaca buruk, produksi semakin berkurang, sehingga harga otomatis terdongkrak,” ujarnya.
Subhan menambahkan, dari ratusan hektare lahan yang terdampak, hanya kurang dari lima hektare yang diperkirakan bisa panen pada pertengahan Ramadan, itu pun masih terkendala cuaca.
Untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga, Champion Cabai Lombok Timur berkoordinasi dengan jaringan produksi di luar daerah.
Pasokan dari sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di Lombok Timur.
Sementara itu, pengiriman cabai ke luar daerah untuk sementara dihentikan karena kebutuhan lokal masih tinggi.
“Selama ini kami juga menyuplai ke luar daerah. Sekarang tidak ada pengiriman keluar karena kebutuhan di sini masih tinggi, dan harga di Lombok Timur lebih tinggi dibanding daerah lain,” jelasnya.
Dalam 14 hari ke depan, Champion Cabai menargetkan tambahan pasokan minimal dua ton untuk membantu memenuhi kebutuhan pasar.
Selain itu, pihaknya menyatakan siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi.
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Harga Cabai di Lombok Timur Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kilogram Akibat Cuaca, https://lombok.tribunnews.com/news/10....
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Laelatunniam
Editor Video : Titis Tiara
Uploader: Erwin Joko Prasetyo
#Tribunnews #tribunLombok #viral #video #trending #beritahariini #Lombokupdate #beritaLombokhariini #beritaterkini #beritanasional #warganet #hottopic #beritakriminalhariini #beritaviral #Shorts
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: