Sambut Imlek 2577, Klenteng Kwan Kong Makassar Siapkan Prosesi Ganti Jubah Dewa
Автор: Tribun Timur
Загружено: 2026-02-08
Просмотров: 407
Описание:
#tribuntimur #tribunviral #imlek #makassar #viral
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM - MAKASSAR – Suasana persiapan Imlek kian terasa di Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Jl Sulawesi No.172, Ende, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar adalah lembaga sosial-keagamaan yang mengelola dan bertanggung jawab atas kegiatan Klenteng Kwan Kong di Kota Daeng.
Yayasan ini menjadi wadah resmi umat Tridharma (Konghucu, Tao, dan Buddha) dalam menjalankan ibadah, tradisi keagamaan, serta aktivitas sosial kemasyarakatan.
Saat ini, yayasan tersebut telah memasuki tahap akhir persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada 17 Februari 2026.
Salah satu rangkaian utama yang disiapkan adalah prosesi sakral penggantian jubah rupang (arca) Dewa Kwan Kong.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sosial Budaya dan Keagamaan Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Miguel Dharmadjie, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan secara menyeluruh.
Persiapan itu baik dari sisi fisik bangunan maupun kesiapan ritual.
“Secara fisik, kami telah membersihkan bangunan klenteng, menyiapkan sarana dan prasarana, serta kebutuhan pendukung lainnya,” ujar ujar Miguel di sela-sela persiapan Imlek, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, puncak persiapan Imlek di Klenteng Kwan Kong Makassar akan ditandai dengan prosesi cuci rupang.
Yakni ritual pencucian rupang atau patung dewa-dewi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
“Prosesi penggantian jubah rupang ini menjadi inti dari rangkaian persiapan menyambut Imlek,” katanya.
Miguel menuturkan, secara umum tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persiapan Imlek tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, seluruh tahapan ritual tetap dijalankan dengan penuh kekhidmatan.
“Sebenarnya kurang lebih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Berbagai persiapan seperti pembersihan gedung memang harus dilakukan. Intinya tetap pada prosesi penggantian jubah Dewa,” jelasnya.
Prosesi penggantian jubah Dewa dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026.
Rangkaian ritual akan diawali dengan sembayang untuk memohon izin dan kelancaran prosesi.
“Setelah sembayang, rupang Dewa dan Dewi yang ada di klenteng akan diturunkan. Rupang tersebut kemudian dibersihkan menggunakan air yang dicampur dengan daun jeruk Bali dan bunga,” tutur Miguel.
Selain pembersihan rupang, tim panitia lainnya juga akan membersihkan altar serta seluruh sarana puja.
Setelah proses pembersihan selesai, patung Dewa akan dikenakan jubah yang baru, lalu ditempatkan kembali ke altar seperti semula.
“Rangkaian prosesi ini akan ditutup dengan sembayang kembali sebagai ungkapan terima kasih karena prosesi penggantian jubah Dewa telah berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Miguel juga menjelaskan, perayaan Imlek memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Tionghoa, khususnya bagi penganut Buddha, Khonghucu, dan Tao (Tridharma).
“Menyambut Imlek itu sarat dengan makna spiritual. Ini adalah prosesi untuk mengingatkan bahwa kita akan memasuki satu tahun yang baru, bersyukur atas apa pun yang telah kita alami selama setahun terakhir, dan meneguhkan kesiapan diri menyambut tahun yang baru,” jelasnya.
Tahun 2026 sendiri dikenal sebagai Tahun Kuda Api, yang melambangkan semangat, energi, dan peluang baru.
Miguel berharap momentum Imlek ini dapat menjadi awal kebangkitan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Selain prosesi ganti jubah Dewa, Klenteng Kwan Kong Makassar juga akan menggelar sembayang tutup tahun sehari sebelum Imlek.
Kemudian dilanjutkan sembayang tepat pada pergantian tahun pukul 00.00 Wita, serta sembayang buka tahun pada hari kedua Imlek.
Sementara itu, salah seorang pengunjung Klenteng Kwan Kong Makassar, Hendry Sukamto (68), mengaku senang dapat berkunjung ke klenteng tersebut bersama keluarganya.
Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Makassar.
Menurut Hendry, Imlek merupakan tradisi yang telah berlangsung ribuan tahun dan perlu terus dilestarikan.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang memahami makna Imlek, terlebih perayaan ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.
Ia menambahkan, perayaan Imlek menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, saling mendoakan.
Terlebih menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia.
Reporter: Erlan Saputra
Narator: Rasni Gani
Editor: Andi Adbiyah Kurnia Dela (Mhs Magang UNM)/Ahmad Faiz Faqih
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: