16 RITUS UTAMA MISA TABISAN IRINGI PROSESI MGR AGUSTINUS TRI BUDI UTOMO RESMI MENJADI USKUP
Автор: The Royal Indonesia TV Online Group
Загружено: 2025-01-22
Просмотров: 1354
Описание:
ENAM BELAS RITUS UTAMA MISA TABISAN IRINGI PROSESI MGR AGUSTINUS TRI BUDI UTOMO RESMI MENJADI USKUP KEUSKUPAN SURABAYA
Surabaya, The Royal Indonesia TV -- Misa Tahbisan Uskup merupakan perayaan liturgis di mana seorang imam ditahbiskan menjadi Uskup. Mengambil tempat di Gedung Widya Mandala Hall Surabaya, Selasa (22/01/2025) Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo resmi ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Surabaya. Bertindak sebagai Uskup Penahbis adalah Duta Besar Vatikan (Nuntio) Mgr. Piero Pioppo dan Uskup pendamping Mgr. Pius Riana Prapdi (Uskup Keuskupan Ketapang), Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm (Uskup Keuskupan Malang). Pada misa tahbisan ini, imam-imam pendamping Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo adalah RD. Antonius Padua Dwi Joko dan RD. Alexius Kurdo Irianto.
Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo dipilih oleh Tahta Suci Vatikan untuk menjadi Uskup Keuskupan Surabaya setelah sede vacante (tahta kosong) selama hampir 14 bulan sejak meninggalnya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono pada tanggal 10 Agustus 2023. Misa Penahbisan dihadiri oleh uskup dari seluruh Keuskupan di Indonesia, dengan jumlah 37 uskup, 2 uskup emeritus, dan Mgr. Piero Pioppo sendiri. Di samping itu, turut hadir pula para imam dari dalam dan luar Keuskupan Surabaya, keluarga dan relasi Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, biarawan-biarawati dari berbagai tarekat dan ordo religius, dan juga umat beriman dari berbagai paroki.
Misa Tahbisan Uskup Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo merupakan perayaan liturgi agung di mana rahmat Sakramen Tahbisan Kudus dicurahkan dan meneguhkan beliau sebagai gembala utama bagi Keuskupan Surabaya. Perayaan ini menandai kesatuan Gereja lokal dengan Gereja universal dalam kolegialitas para uskup, serta menghadirkan Kristus, Sang Gembala Agung, yang terus memimpin umat-Nya. Misa Tahbisan Uskup ini menjadi momen syukur atas anugerah panggilan ilahi dan pengabdian untuk kemuliaan Allah dan keselamatan jiwa- jiwa.
Terdapat 16 ritus utama dalam Misa Tahbisan Uskup :
1. Memohon kehadiran Roh Kudus. Roh Kuduslah menguduskan hidup Gereja dan
yang memilih seorang uskup, maka ritus penahbisan uskup diawali mohon
kehadiran Roh Kudus.
2. Menghantar Calon Uskup. Dua orang imam menghantar uskup yang akan
ditahbiskan ke hadapan Uskup Penahbis dan meminta agar calon uskup
ditahbiskan
3. TanggapanUskupPenahbis.
4. PembacaanBullaataumandatdariTahtaSuci.
5. Homili.
6. JanjiUskup.Ada9janjiUskup.
7. Litani para Kudus. Uskup baru tiarap sebagai ungkapan kerendahan hati dan
kelemahan.
8. Penumpangan Tangan. Dimulai oleh Uskup Penahbis. Di atas kepala Uskup
dibentangkan Evangeliarium oleh dua orang imam sampai selesai doa tahbisan. Bentangan Evangeliarium mengungkapkan bahwa pewartaan sabda merupakan bagian integral dari Uskup.
9. DoaTahbisanUskup.
10. Pengurapan
11.Penyerahan Evangeliarum kepada Uskup baru tertahbis. Hal ini mengungkapkan
bahwa Uskup harus mewartakan sabda: Wartakanlah firman dengan sabar dan
benar.
12.Penyerahan Cincin.
13.Penyerahan Mitra.
14.Penyerahan Tongkat.
15.Mengantar Uskup tertahbis ke kursi Uskup (katedral) oleh Uskup Pentahbis.
16.Salam Persaudaraan semua Uskup yang hadir: simbol persaudaraan, persatuan
dan dukungan.
Diligere Sicut Christus Dilexit, yang artinya mencintai seperti Kristus mencintai menjadi motto Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. Kasih Kristus menjadi tujuan, model dan semangat dalam saling mengasihi. Maka mengasihi bukan asal mengasihi atau sebatas ide dan kata-kata serta perasaan belaka, namun seperti Tuhan Yesus telah mengasihi. Arahnya adalah orang lain (sesama), bukan diri sendiri. Maka selanjutnya, Tuhan Yesus menegaskan : Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Bahwa mengasihi itu memberi, bukan mengambil, memperoleh maupun menumpuk. Pemberian ini memuncak pada pemberian nyawa seperti yang diwujudkan oleh Tuhan Yesus. Karena Kasih adalah pemberian, maka perlu kurban. Dan kurban itu sakit, rugi dan repot. Maka mengasihi seperti Tuhan Yesus mengasihi berarti tulus berkorban bagi yang dikasihi.
BERIKUT LAPORAN WARTAWAN ROYALTV DARI SURABAYA COK SANTOSO
NEWS SOURCE : HUMAS PANITIA TABISAN USKUP SURABAYA
#beritaterkini #beritahariini #dprdsurabaya #keuskupansurabaya #keuskupanpurwokerto #keuskupanagungsemarang
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: