Tradisi Hajatan Bepelan Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan
Автор: Lubuklinggau Viral
Загружено: 2026-02-08
Просмотров: 91
Описание:
Dari Bumi Silampari, tanah yang sejuk alamnya dan hangat persaudaraannya, gotong royong telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Nilai ini tumbuh, hidup, dan dijaga bersama dari generasi ke generasi.
Di Kelurahan Belalau I, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, semangat tersebut terwujud dalam sebuah tradisi adat yang dikenal sebagai BEPELAN atau hajatan. Sebuah tradisi kebersamaan yang dijalankan dengan penuh keikhlasan di lingkungan rumah warga.
Tradisi BEPELAN tampak nyata dalam pelaksanaan pernikahan Tasya Nuriyanti, putri pertama Bapak Devi Pit dan Ibu Mirna, dengan Ahmad Ongki Wijaya, putra ketiga Bapak Ali Rohim dan Ibu Rusnani, yang dilangsungkan pada Minggu, 8 Februari 2026, di Kelurahan Belalau I.
Jauh hari sebelum pelaksanaan hajatan, keluarga, sahabat, dan warga sekitar telah diberi tahu serta diundang untuk turut hadir. Dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan, mereka datang bukan hanya sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan acara.
Sejak pagi hari, para bapak bergotong royong memasak nasi, menyeduh kopi dan teh, menata kursi, serta mempersiapkan halaman rumah untuk menyambut para tamu undangan.
Sementara itu di dapur, para ibu bekerja bersama dengan penuh keikhlasan. Diiringi canda dan tawa, mereka memasak gulai ayam dan berbagai hidangan lainnya. Keringat menetes, namun kebersamaan terasa begitu hangat. Ada yang mencuci piring, ada yang menunggu di meja perancisan—meja jajanan tradisional—semua berbagi tugas tanpa diminta.
Tak satu pun keluhan terdengar. Keringat yang mengalir menjadi tanda ketulusan. Tidak ada perhitungan untung dan rugi, tidak pula keinginan untuk dipuji. Yang ada hanyalah niat tulus untuk saling membantu dan menjaga kebersamaan.
Saat tiba waktu makan bersama, para tamu menikmati hidangan yang telah disediakan. Makanan khas Belalau I tersaji dengan cita rasa yang menggugah selera, dinikmati bersama dalam suasana penuh keakraban.
BEPELAN mengajarkan bahwa kekuatan sebuah masyarakat terletak pada kepedulian dan persatuan. Kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan yang tulus.
Di tengah perubahan zaman, masyarakat Belalau I tetap setia menjaga tradisi ini. BEPELAN menjadi pengingat bahwa selama gotong royong masih hidup, persaudaraan akan selalu terjaga.
Dari Bumi Silampari, BEPELAN terus hidup—sederhana, tulus, dan menyentuh hati.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: