Sambangi Solo, Panglima Jilah Tagih Janji Jokowi Bangun Dayak Center di IKN
Автор: Tribun Solo Official
Загружено: 2026-03-05
Просмотров: 2413
Описание:
SUMBER: https://solo.tribunnews.com/solo/3375...
TRIBUNSOLO.COM - Suasana di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (5/3/2026), mendadak terasa berbeda. Di antara deretan rumah warga yang tenang, hadir sosok yang membawa wibawa besar dari pedalaman Kalimantan. Ia adalah Panglima Jilah, pemimpin besar Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR).
Kedatangannya ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo bukan sekadar kunjungan seremonial atau temu kangen purnatugas. Ada sebuah amanah besar yang tersampir di pundaknya: menagih janji tentang "rumah" bagi masyarakat adat di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Suara dari Jantung Borneo
Ibu Kota Nusantara (IKN) memang sedang tumbuh menjadi megapolitan modern yang canggih. Namun, bagi masyarakat Dayak, kecanggihan teknologi saja tidak cukup. Mereka merindukan kehadiran Dayak Center, sebuah simbol keberadaan dan pengakuan bagi penduduk asli tanah Borneo di pusat pemerintahan baru.
“Kami warga Dayak sudah menunggu bagaimana Dayak Center itu berdiri di IKN,” ungkap Panglima Jilah dengan nada bicara yang tenang namun sarat ketegasan.
Baginya, pembangunan Dayak Center adalah perwujudan janji yang pernah diucapkan Jokowi saat masih menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. Pertemuan di Solo ini menjadi momen krusial untuk memastikan bahwa janji tersebut tidak terkubur bersama berakhirnya masa jabatan.
Dayak Center yang dicita-citakan bukan hanya sebuah gedung megah. Panglima Jilah membayangkan sebuah ekosistem yang menghidupkan dua sendi utama kehidupan masyarakatnya:
Di dalamnya akan berdiri galeri UMKM yang memamerkan kerajinan khas Dayak—dari manik-manik yang rumit hingga tenun yang bercerita. "Hal itu akan sangat menunjang ekonomi masyarakat setempat," jelasnya optimis.
Dayak Center akan menjadi panggung di mana dentum musik sapeh dan gerak lincah tarian tradisional tetap bergema, memastikan identitas Dayak tidak lumat oleh arus urbanisasi di ibu kota.
Kabar baik berembus pasca-pertemuan tersebut. Panglima Jilah memberikan sinyal bahwa pembangunan fisik kemungkinan besar akan mulai berdenyut tahun ini atau paling lambat tahun depan.
Susilo, koordinator rombongan dari Kalimantan Timur, menegaskan bahwa posisi Panglima Jilah adalah sebagai "jembatan" atau kepanjangan tangan bagi saudara-saudara Dayak di seluruh penjuru Kalimantan. "Beliau menanyakan kembali untuk pembangunan di IKN. Dan nanti kemungkinan pemerintah akan mengakomodir itu," ujar Susilo meyakinkan.
Saat Panglima Jilah melangkah keluar dari kediaman Jokowi, ia tidak hanya membawa jawaban teknis soal konstruksi. Ia membawa kepastian bahwa masyarakat Dayak tidak akan menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.
Kini, mata masyarakat adat tertuju ke utara, ke arah IKN. Mereka menanti fajar di mana Dayak Center berdiri tegak, menjadi bukti bahwa kemajuan zaman dan kelestarian tradisi bisa berjalan beriringan di bawah langit Nusantara.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: