KAJIAN KITAB FUTUHUL GHAIB (BAGIAN 112) || KH. IRFAN ZIDNY
Автор: Sinau Rasa Official
Загружено: 2026-02-21
Просмотров: 27
Описание:
Hakikat Perjuangan Melawan Nafsu
1. Perang melawan hawa nafsu adalah siklus yang tidak berujung selama manusia hidup. Siklus Kebangkitan Nafsu: Ketika seorang hamba berhasil "membunuh" (mengalahkan) nafsunya, الله akan menghidupkan kembali gairah nafsu tersebut.Tujuan: Agar hamba tersebut kembali berjuang (mujahadah) mengalahkannya lagi. Proses jatuh-bangun inilah yang mendatangkan pahala besar di sisi الله.
2. Kedudukan Jihad Nafsu (Jihad Akbar) Mengutip Hadis Nabi ﷺ
رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ
(Kita telah kembali dari jihad yang lebih kecil menuju jihad yang lebih besar yaitu jihad melawan hawa nafsu)
Sekarang kita kembali dari jihad kecil menuju jihad besar. Baginda Nabi ﷺ menetapkan bahwa melawan kelezatan dan syahwat serta keterikatan nafs terhadap dosa sebagai "Jihad Akbar" karena adanya mujahadah (perjuangan berat) di dalamnya.
Nabi menegaskan tingkatan jihad:
Jihad Asghar (Kecil): Perang fisik melawan musuh yang terlihat.
Jihad Akbar (Besar): Perang melawan musuh tak terlihat dalam diri, yaitu hawa nafsu yang selalu mengajak kepada kelezatan duniawi dan dosa.
3. Posisi Rasululloh SAW dan Umatnya
"Mengapa Nabi ﷺ tetap diperintah beribadah dan bermujahadah padahal beliau terjaga (ma'shum) dari hawa nafsu?"
Jawaban: Perintah الله kepada Nabi (seperti dalam QS. Al-Hijr: 99 dan QS. An-Najm: 3-4) berfungsi sebagai Syariat Umum. Rasululloh dijadikan teladan agar umatnya meniru kesungguhan beliau dalam beribadah sampai akhir hayat (Yaqin/Ajal).
4. Konsep Balasan yang Setimpal (Al-Jaza' min Jinsil 'Amal)
Tuan Syekh memberikan perbandingan yang sangat indah antara balasan bagi Mukmin yang berjuang vs Orang Kafir yang memperturutkan nafsu
Orang Mukmin (Ahli Surga) di dunia : Setiap hari/saat bersusah payah melawan keinginan nafsu dengan cara baru.
Orang Mukmin (Ahli Surga) di akhirat : الله memberikan nikmat, pakaian, dan keindahan yang selalu baru setiap saat sebagai ganti kepayahan di dunia.
Dalil : QS. An-Nazi'at: 40-41
Orang Kafir/Munafik (Ahli Neraka) di dunia : Setiap hari/saat sibuk menuruti keinginan nafsu, syahwat, dan setan.
Orang Kafir/Munafik (Ahli Neraka) di akhirat : الله memberikan azab yang selalu baru (kulit yang hangus diganti kulit baru) agar azab terasa pedih terus-menerus.
Dalil : QS. An-Nisa: 56 & QS. Ali 'Imran: 131
5. Kesimpulan Akhir
Risalah ini ditutup dengan prinsip dasar kehidupan seorang Muslim:
"Ad-Dunya Mazra'atul Akhirah" (Dunia adalah ladang bagi akhirat).
Apa yang kita tanam di dunia (apakah itu perjuangan menahan diri atau kebebasan menuruti diri), itulah yang akan kita panen bentuk konkretnya di akhirat nanti secara abadi.
Mari sejenak merenung: Di ladang dunia hari ini, benih manakah yang lebih sering kita siram? Benih perjuangan menahan diri, atau benih kebebasan menuruti nafsu?
Semoga الله karuniakan kekuatan bagi kita dalam Jihad Akbar ini. Aamiin.
#sinaurasa #jihad #hawanafsu
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: