makam Dewi amiswati putri Aryo Penangsang Adipati jipang PANOLAN di kelurahan ngronggot nganjuk
Автор: jejak tanah Jawa (sahabat mbah nanang)
Загружено: 2023-04-01
Просмотров: 1317
Описание:
Kurang lebih tahun 1549 / 1550 M terjadi peperangan antara kadipaten Jipang Panolan yang di pimpin oleh Pangeran Adipati Harya Penangsang, melawan Raden Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya), Raja Kesultanan Pajang. Pada perang yang terjadi di Bengawan Sore tersebut Adipati Harya Penangsang terbunuh oleh tumbak Kyai Pleret ditangan Mas Danang Sutawijaya (Panembahan Senopati). Sepeninggal Harya Penangsang, Keluarganya diungsikan oleh para soreng (bregodo prajurit pengawal keluarga raja) Kadipaten Jipang Panolan menuju arah timur-selatan-timur-selatan sampai tiba disuatu tempat yang masih berhutan. Salah satu bendoro yang diungsikan tersebut adalah Roro Dewi Amiswati yang akhirnya jadi tokoh sentral di Desa Klurahan.
Hutan yang dibuka oleh para soreng dan para pendherek dijadikan pemukiman. Disaat pembukaan hutan itulah kaki Dewi Amiswati tertusuk tunggak kayu tom sehingga berdarah – darah (bahasa jawa : rahe nganti mlurah - mlurah ). Penanganan dan penyembuhan luka Dewi Amiswati dilakukan oleh Ki Ageng Klurak salah satu sesepuh pendherek dari Jipang Panolan.
Nah dari kata – kata : “rahe Dewi Amiswati nganti mlurah – mlurah di tambani Ki Ageng Klurak” inilah akhirnya di uri – uri oleh para pendherek dan dijadikan nama tempat tersebut “KLURAHAN”.
Pemukiman telah dihuni oleh masing – masing rombongan sedang suasana sudah tenteram dan aman, maka para prajurit soreng merasa tugasnya sudah selesai. Sebagian dari mereka berpencar mencari tempat baru.
Sebagian para prajurit soreng adalah sebagai berikut :
Soreng Kampuh
:
Berpencar menuju Desa Lambangkuning wilayah Kertosono. Bermukim sampai wafat di Desa tersebut, makamnya menjadi pundhen (makam yang dihormati dan diziarahi orang banyak.
Soreng Kewuh
:
Dari Klurahan menuju brang wetan Desa Ketawang Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Bermukim sampai wafat dan dimakamkan di Desa tersebut. Sekarang makamnya jadi pundhen.
Soreng Pati
:
Bermukim di Desa Kalianyar Kecamatan Ngronggot sampai wafat dan sekarang makamnya menjadi pundhen Desa Kalianyar.
Soreng Wilis
:
Menuju suatu tempat di Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri sampai wafat dan bermakam di situ.
Soreng Joyo
:
Belum di ketahui
Soreng Rangkut
:
Tidak ikut mengawal para bendoro dipengasingan karena gugur tebunuh oleh Pangeran Bagus Mu’min di Demak Bintoro
Soreng Rono
:
Tetap mengawal dan menjaga para bendoro sampai wafat, dimakamkan di Kubur Cilik Desa Klurahan 200 m sebelah utara Pundhen Gedhong (Makam Rr. Dewi Amiswati dan Para Pendherek)
Soreng Gono
:
Juga mEnjaga dan mengawal rombongan bendoro, wafat dan dimakamkan disebelah timur Pundhen Gedhong jarak 1 Km. Sekarang makam beliau berada dibelakang rumah Bapak H. Kamsidi Ketua RW.03 Dusun Klurahan III.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: