Hari Minggu Prapaskah 3/Tahun A - Renungan Inspiratif 08/03/2026: Belajar dari Wanita Samaria.
Автор: Bernardus Raho
Загружено: 2026-03-06
Просмотров: 548
Описание:
MINGGU III PRAPASKA
KEJ. 17:1-7;RM. 5:1-2.5—8.
YOH 4:5-42
BELAJAR DARI WANITA SAMARIA
Arnold Prater - di dalam bukunya yang berjudul The Presence yang diterrbitkan tahun 1993 - bercerita tentang sebuah monasteri atau biara di Gunung Athos Yunani. Di dalam biara itu segala sesuatu yang berkaitan dengan perempuan atau hewan betina tidak boleh masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Dewasa ini biara tersebut menjadi Rumah Induk untuk 20-an biara-biara kecil di mana terkumpul 2000-an rahib yang berasal dari Yunani, Bulgaria, Serbia, dan Rusia. Mereka tinggal di sebuah tanjung dengan luas area 38.000 hektar. Daerah itu mungkin satu-satunya wilayah di dunia yang tidak boleh dimasuki oleh perempuan dan bahkan hewan betina. Laki-laki boleh masuk tetapi perempuan tidak; ayam jantan bisa dibawa masuk tetapi ayam betina tidak boleh, kuda jantan boleh, tetapi kuda betina tidak, sapi jantan boleh tetapi sapi betina tidak. Penjaga bersenjata berpatroli keliling untuk menjamin tidak ada yang berbau feminin atau betina masuk ke dalamnya. Tradisi itu katanya sudah berlangsung sejak tujuh abad yang lalu. Dalam tradisi kehidupan monasteri itu, perempuan seolah-olah dikucilkan dan tidak mendapatkan tempat.
**********
Merasa diri terkucil dan seolah-olah tidak mendapat tempat di dalam kehidupan masyarakat juga dialami perempuan Samaria sebagaimana diceritakan di dalam Injil hari ini. Ada beberapa alasan yang menyebabkan perempuan Samaria ini merasa diri terkucil di dalam kehidupan masyarakat. Pertama, dia adalah seorang Samaria yang dianggap rendah oleh orang-orang Yahudi. Kedua, dia adalah perempuan dan dalam budaya jaman itu seorang perempuan tidak boleh berbicara berduaan dengan seorang laki-laki. Ketiga, ia datang ke sumur pada waktu tengah hari, waktu yang tidak biasa, karena mungkin tidak berani datang pagi atau sore hari. Keempat, Dia pernah mempunyai lima suami dan sekarang hidup dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya. Kendati dengan semua latarbelakang itu, Yesus memperlakukan dia sebagai teman dialog yang sejajar.
Dengan perempuan seperti itulah Yesus berbincang-bincang cukup lama sebagaimana diceritakan dalam Injil hari ini. Dalam percakapan itu, Yesus terlebih dahulu meminta air kepada perempuan itu. “Berilah Aku minum”. Perempuan itu berkeberatan karena dia sendiri adalah seorang Samaria yang dianggap pendosa oleh orang Yahudi. Tetapi Yesus meyakinkan dia bahwa seandainya perempuan itu tahu Siapa yang sedang berbicara dengan dia sekarang ini, niscaya dialah yang akan meminta air kepada-Nya. Tetapi perempuan itu merasa heran karena bagaimana Orang itu bisa memberikannya sementara Dia sendiri tidak mempunyai alat timba. Yesus melanjutkan dengan menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan air. Singkat cerita melalui kesalah-pahaman yang berulang dan penjelasan yang amat sabar dari Yesus, perempuan itu akhirnya percaya bahwa Orang yang bercakap-cakap dengan dia di Sumur Yakub adalah Mesias. Perempuan itu beerangkat ke kota dan memberitahukan orang-orang banyak bahwa dia telah berjumpa dengan Mesias di Sumur Yakub. Orang-orang banyak itu berdatangan ke sumur itu dan percaya bahwa Yesus adalah Mesias dan Juru Selamat.
*************
Apa pesan Injil hari ini untuk kita? Pertama, kita hendak mengisinkan Yesus bebas memasuki kehidupan pribadi kita sebagaimana ditunjukkan oleh perempuan Samaria tadi dengan membuka diri terhadap Yesus. Selama masa Prapaska ini, kita membiarkan Yesus menyentuh luka-luka kita akibat dosa-doa yang dilakukan dan menyembuhkannya.
Kedua, Kita juga perlu menjadi saksi atas karya Allah di dalam diri kita sebagaimana dilakukan oleh perempuan Samaria dalam Injil. Dia membagikan kepada orang-orang Samaria lainnya tentang karya Yesus di dalam dirinya dan mengundang mereka untuk mengalami perjumpaan dengan Yesus. Di dalam hal ini dia telah bertindak sebagai misionaris yang mewartakan khabar gembira tentang Yesus sebagai Mesias. Kita pun dapat melakukan hal yang sama melalui perbuatan-perbuatan baik dan kesaksian hidup.
Ketiga, kita harus bisa menerima orang lain apa adanya sebagaimana telah dilakukan oleh Yesus yang menerima perempuan Samaria itu dengan segala keberdosaannya. Kita hendaknya berani mengampuni orang-orang yang telah bersalah kepada kita karena kita percaya sebagaimana kita ucapkan dalam doa Bapa Kami bahwa kita akan diampuni kalau kita juga mengampuni orang lain. Tuhan memberkati kita. Amen.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: